TPID ingatkan potensi inflasi tarif transportasi udara pada Juli 2020

id tarif angkutan udara picu inflasi, pasar mitra tani,pasar mitra tani tanjungpinang, tpid kepri

TPID ingatkan potensi inflasi tarif transportasi udara pada Juli 2020

Wakil Ketua TPID Kepri Musni Hardi K Atmaja. (Dok BI Kepri)

Batam (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan pihak terkait akan potensi inflasi dari tarif angkutan udara pada Juli 2020.

"Tarif angkutan udara berpotensi meningkat seiring penerapan aturan kenaikan sementara tarif batas atas untuk mengkompensasi pembatasan kapasitas," kata Wakil Ketua TPID Kepri Musni Hardi K Atmaja, Senin.

Ia menyampaikan, inflasi di Kepri pada Juli 2020 diperkirakan masih terkendali pada kisaran yang rendah. Namun, terdapat beberapa potensi risiko inflasi yang perlu diwaspadai.

Selain tarif angkutan udara, ia mengatakan dua hal yang perlu diwaspadai yaitu curah hujan yang diperkirakan meningkat, yang dapat membuat harga beberapa komoditas bahan pangan meningkat.

Dan harga emas perhiasan yang berpotensi meningkat seiring koreksi outlook ekonomi global dari beberapa organisasi/lembaga keuangan.

Untuk mengendalikan inflasi JUli 2020, TPID fokus pada aspek kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan.

"Ini sebagai antisipasi peningkatan permintaan ditengah pelonggaran aktivitas masyarakat," kata dia.

Dan untuk menjaga kelancaran pasokan dan ketersediaan barang, TPID Kepri akan menjalin kerjasama antar daerah sebagai langkah persiapan/antisipasi pengendalian inflasi di waktu yang datang.

Upaya lainnya, mendorong pemasaran bahan pangan secara dalam jaringan (daring), antara lain melalui Pasar MitraTani yang diluncurkan TPID Kepri, maupun Gerai Tani Online Tanjungpinang.

"Pemasaran secara 'online' tersebut diharapkan dapat mengefisienkan tata niaga bahan pangan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3 ± 1 persen (yoy)," kata dia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar