Logo Header Antaranews Kepri

Apindo: resesi Singapura pengaruhi ekonomi Batam

Rabu, 15 Juli 2020 16:07 WIB
Image Print
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid. ANTARA/Yuniati Naim

Batam (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam menyatakan resesi yang terjadi di Singapura akan berpengaruh terhadap perekonomian Batam yang lokasinya berseberangan dengan negara jiran itu.

"Tentu saja kontraksi ekonomi Singapura sebesar itu akan berdampak cukup signifikan terhadap aktivitas ekonomi di Batam," kata Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid di Batam, Rabu.

Menurut dia, aktivitas ekonomi Batam sangat dipengaruhi Singapura yang melaporkan pertumbuhan ekonomi minus sehingga pengusaha mengkhawatirkan imbasnya kepada ekonomi Batam.

Meski begitu, ia mengatakan aktivitas ekspor dan impor antara Batam dan Singapura masih berjalan relatif normal.

"Memang ada penurunan aktivitas jika dibandingkan sebelumnya. Namun kita melihat masih secara optimistis," kata dia

Secara perbandingan kuartalan, ia menyatakan kontraksi ekonomi Singapura cukup fantastis. Namun secara tahunan, maka kontraksinya hanya sekitar 12,6 persen. Jika dilihat pertumbuhan tahunan, menurut Rafki, Singapura diprediksi mengalami pertumbuhan minus 1 - 4 persen untuk tahun 2020 ini.

"Nah Batam harus bersiap siap menghadapi penurunan Ekspor ke Singapura akibat menurunnya aktivitas ekonomi Singapura ini," kata dia.

Rafki menyatakan Batam harus giat menjaring investor yang merelokasi investasinya dari China untuk mengimbangi menurunnya aktivitas ekspor ke Singapura.

"Jadi pertumbuhan ekonomi Batam masih bisa diselamatkan kalau banyak investor yang merealisasikan investasinya pada tahun ini," kata dia.

Namun, lanjut Rafki, untuk merealisasikan investasi di tengah pandemi COVID-19 yang masih tinggi seperti saat ini, bukan perkara yang mudah juga.

Oleh karenanya diperlukan kerja keras dari semua pihak untuk menyelamatkan ekonomi di tengah kondisi saat ini, ujarnya.



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026