Bupati Karimun canangkan Timah BUMN Tangguh COVID-19

id pencanangan Timah BUMN Tangguh COVID-19,Bupati Karimun Aunur Rafiq

Bupati Karimun canangkan Timah BUMN Tangguh COVID-19

Bupati Karimun Aunur Rafiq dan General Manager PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau Robertus Bambang Susilo berjabat tangan ala "new normal" COVID-19 usai pencanangan Timah BUMD Tangguh COVID-19 di Wisma Timah, Prayun, Kecamatan Kundur Barat, Kamis (16/7). (ANTARA Kepri/Rusdianto)

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq mencanangkan BUMN Tangguh COVID-19 yang dimulai dengan PT Timah Tbk, salah satu BUMN yang beroperasi di daerah setempat.

Pencanangan BUMN Tangguh COVID-19 ditandai dengan penandatanganan komitmen untuk menerapkan protokol kesehatan dengan General Manager (GM) PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau Robertus Bambang Susilo di Wisma Timah, Prayun, Kecamatan Kundur Barat, Kamis.

Dan dilanjutkan dengan menekan tombol sirine bersama GM PT Timah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).

"Alhamdulillah, hari ini kita mencanangkan BUMN Tangguh COVID-19 dan pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada PT Timah. Sebelumnya kita juga sudah mencanangkan perusahaan Tangguh COVID-19 di PT Saipem dan PT Karimun Sembawang Shipyard," kata Aunur Rafiq di sela pencanangan BUMN Tangguh COVID-19 tersebut.

Aunur Rafiq mengatakan, PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau merupakan perusahaan ke-16 yang mencanangkan Tangguh COVID-19, dan merupakan BUMN pertama yang berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Sebelumnya, ada 15 perusahaan besar di kawasan industri (FTZ), dan semuanya perusahaan swasta," kata Rafiq.

Pencanangan BUMN Tangguh COVID-19, kata dia, diharapkan dapat mencegah munculnya kasus baru COVID-19 di Karimun.

"Karimun sekarang sudah kembali zona hijau setelah kemarin sempat zona kuning. Namun demikian, saya katakan Karimun belum aman karena kita sudah membuka kembali aktivitas perekonomian di masa new normal ini," katanya.

Karena itu, perlu penerapan protokol kesehatan yang ketat agar tidak terjadi transmisi lokal di fase kenormalan baru.

"Belum ada yang menjamin kita bisa kembali hidup normal. Mau tidak mamu protokol kesehatan jangan sampai ditinggalkan, inilah intinya dari kegiatan pencanangan ini," ucapnya.

Sementara itu, GM PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau Robertus Bambang Susilo mengatakan, pencanangan BUMN Tangguh COVID-19 merupakan wujud komitmen PT Timah untuk mendukung pemerintah daerah yang berhasil mencegah penyebaran COVID-19.

"Protokol kesehatan sudah lama kami terapkan. Dan dengan pencanangan ini, maka menjadi tantangan bagi kami untuk tetap menerapkannya dengan ketat," ujar Robertus Bambang Susilo.

Pencanangan perusahaan tangguh COVID-19 ini, menurut dia, menjadi tuntutan bagi perusahaan agar tetap bisa berproduksi selama fase tatanan baru.

Kalau ada kasus COVID-19 di kapal, ujarnya, maka kapal harus distop dan otomatis merugikan perusahaan. Kalau terjadi tansmisi di kantor, maka aktivitas di kantor harus dihentikan dan disterilkan terlebih dahulu.

"Sehingga kita harus menerapkan protokol yang ketat. Kita periksa suhu tubuh di pintu masuk, kita punya banyak cek poin untuk mengukur suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan, dan wajib pakai masker, jaga jarak dan tidak bersalaman," tuturnya.

Robertus mengatakan bahwa perusahaan menyemprotkan cairan disinfektan di lokasi kerja sekali dalam satu pekan, termasuk membersihkan tempat-tempat yang digunakan untuk kegiatan kantor maupun produksi.

"Kalau ada rekan yang terpapar akan kita lokalisir dan kita mempunyai tempat untuk karantina, dan ada tim medisnya," katanya.

Sebagai bagian dari pencanangan Tangguh COVID-19 ini, kata dia, perusahaan juga telah menggelar tes cepat atau "rapid test" kepada 1.188 dari total 1.243 karyawan, dan hasilnya seluruhnya nonreaktif.

"Dan sisa yang belum mengikuti rapid test akan kita laksanakan dalam waktu dekat, karena kita masih menunggu bahannya," ujarnya.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar