Dinas Kesehatan Batam telusuri warga takziah pasien COVID-19

id warga jemput paksa jenazah covid, covid 19 batam

Dinas Kesehatan Batam telusuri warga takziah pasien COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Batam Kepulauan Riau melakukan penelusuran terhadap keluarga dan warga yang mengambil paksa jenazah pasien positif COVID-19 serta mengikuti takziah pasien meninggal tersebut.

"Iya, kami akan melakukan tracing. Besok," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Rabu.

Pihaknya akan langsung melakukan tes usap terhadap seluruh warga yang terlibat dalam takziah pasien R.

"Kalau positif diangkut ke Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang. Kalau negatif baru diproses polisi," kata dia.

Sementara itu, dikabarkan sejumlah warga mengambil paksa jenazah di RSBK pada Selasa (18/8) malam. Warga datang ke RSBK, meletakkan jenazah di atas keranda dan langsung memasukkannya ke dalam ambulans.



Memang, saat jenazah diambil paksa, hasil tes usap PCR pasien berusia 65 tahun itu belum keluar, dan baru diketahui positif COVID-19 pada Selasa sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun, sesuai aturan, pasien semestinya dikebumikan dengan aturan protokol COVID-19.

Sementara itu, dokter yang menangani di RSBK, Gilang, yang dikonfirmasi terpisah menyatakan belum dapat memberikan keterangan kepada media.

"Saya harus laporan ke Polresta dulu," kata dia melalui pesan singkat.

Hingga Rabu sore, tercatat sebanyak 408 orang warga positif COVID-19 di kota setempat, sebanyak 314 orang yang sembuh dan discarded, 24 orang meninggal dan masih dirawat sebanyak 70 orang. Data tersebut belum termasuk pasien R yang meninggal dan jenazahnya dijemput paksa warga.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar