Dana BOS dapat digunakan untuk kebutuhan belajar daring di Kepri

id Kouta internet,dana bos

Dana BOS  dapat digunakan untuk kebutuhan belajar daring di Kepri

Seorang siswa di Batam sedang belajar daring dirumahnya. Foto Antara/Evy R. Syamsir

Belajar Daring (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Dali memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk mendukung kebutuhan siswa dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

"Saya sudah terbitkan Surat Edaran (SE) terkait penyediaan kuota subsidi oleh pihak sekolah untuk para siswa dan guru. Penggunaan dana BOS sesuai kebutuhan sekolah sesuai revisi Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler," ungkap Dali di Tanjungpinang, Minggu.

Dali tidak menampik bahwa para orangtua siswa mengeluh karena harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk membeli kuota internet selama anak-anaknya menjalani proses belajar mengajar daring di rumah.

Dia mengimbau kepada siswa tingkat SMA yang belum mendapatkan kuota internet subsidi untuk menghubungi pihak sekolah masing-masing.

Dali juga mengingatkan kepada siswa yang sudah menerima kuota subsidi agar tidak disalahgunakan.

"Orang tua harus mengawasi anaknya, jangan sampai kuota yang ada digunakan untuk main game dan aplikasi lainnya," ujar Dali.

Lebih lanjut, Dali menjelaskan penyediaan kuota subsidi tidak hanya melalui dana BOS, tapi juga bisa menggunakan uang SPP.

Ia turut menegaskan pihak sekolah menyediakan bantuan berupa kuota internet, bukan berbentuk uang. Kemudian, tetap mengikuti aturan teknis terkait pembelian kuota internet tersebut agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

"Jadi kebijakan ini diambil untuk meringankan beban orangtua dalam proses belajar daring. Di samping membantu guru-guru yang mengajar daring dari rumah," ujarnya.

Dali mengklaim kebijakan kuota subsidi ini sudah berjalan sejak Juli 2020 setelah pencairan tahap pertama dana BOS, namun memang masih ada sekolah yang belum menyediakan, dan diimbau segera merealisasikan supaya proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

"Yang sudah berjalan, seperti SMAN 1 Toapaya Bintan, SMAN 2 Batam, SLB Batam, SMAN 4 Senayang, Lingga, SMAN 4 Karimun dan masih banyak lagi," ucapnya.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar