Sektor migas picu kenaikan ekpsor Kepri

id Ekspor Kepri naik

Sektor migas picu kenaikan ekpsor Kepri

Singapura jadi negara tujuan ekspor migas dan nonmigas terbesar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat peningkatan ekspor Kepulauan Riau (Kepri) pada Agustus 2020 dibanding Juli 2020 sebesar 0,63 persen yaitu dari 1.010,06 juta dolar AS menjadi 1.016,37 juta dolar,  dipicu meningkatnya ekspor migas yang mencapai 5,19 persen.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepri juga mengalami kenaikan sebesar 1,15 persen, yaitu dari 1.004,85 juta dolar menjadi 1.016,37 juta dolar.

"Kenaikan nilai ekspor Agustus 2020 dibanding Agustus 2019 juga didominasi oleh naiknya ekspor migas yang mencapai sekitar 12,24 persen," ungkap Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo, Selasa.

Total ekspor kumulatif Januari-Agustus 2020 Provinsi Kepri adalah sebesar 7.722,65 juta dolar. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 8,60 persen yaitu dari 8.449,60 juta dolar menjadi 7.722,65 juta dolar.

"Turunnya nilai ekspor Januari-Agustus 2020 didominasi oleh turunnya ekspor kumulatif sektor migas sebesar 42,68 persen," jelas Agus.

Jika ekspor migas selama Agustus 2020 mengalami kenaikan, ekspor nonmigas Agustus 2020 justru sebaliknya, yaitu mengalami penurunan sebesar 0,42 persen dibanding Juli 2020.

Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar selama Januari-Agustus 2020 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) mencapai 2.428,71 juta dolar dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 38,86 persen.

Selama Januari-Agustus 2020, Singapura menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar hingga mencapai 2.008,29 juta dolar dengan peranannya sekitar 32,14 persen.

"Di samping itu juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar yang mencapai 1.225,27 juta dolar dengan peranannya sebesar 83,16 persen," paparnya.

Nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-Agustus 2020 terbesar adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar 3.564,39 juta dolar, diikuti Pelabuhan Sekupang 1.137,38 juta dolar, Pelabuhan Kabil/Panau 854,69 juta dolar, Pelabuhan Tarempa  712,35 juta dolar, dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun 623,18 juta dolar.

"Peranan kelima pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari-Agustus 2020 mencapai 89,24 persen," tuturnya.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar