Pendapatan Pelindo Tanjungpinang merosot tajam akibat pandemi COVID-19

id Pendapatan Pelindo Tanjungpinang, turun miliaran rupiah akibat pandemi COVID 19

Pendapatan Pelindo Tanjungpinang merosot tajam akibat pandemi COVID-19

Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang rusak parah akibat angin kencang (ANTARA.Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pendapatan PT Pelindo Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau turun miliaran rupiah akibat pelayanan internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura tidak berfungsi selama pandemi COVID-19.

Asisten Manajer Pelayanan Pelabuhan SBP Tanjungpinang Raja Junjungan Nasution, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, pelayananan internasional Pelabuhan  Sri Bintan Pura tidak beroperasi sejak 28 Maret 2020 karena Malaysia dan Singapura mengisolasi wilayahnya.

Biasanya, pendapatan dari Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura berkisar Rp1,3-Rp1,5 miliar/bulan. Pendapatan itu bersumber dari tarif masuk pelabuhan sebesar Rp60.000/orang untuk warga asing, sedangkan untuk WNI  Rp40.000/orang.

"Sejak akhir Maret 2020 sudah tidak ada lagi pendapatan itu," ujarnya.

Namun pelayanan domestik Pelabuhan Sri Bintan Pura tetap beroperasi. Dalam sebulan pendapatan dari pelabuhan domestik ini rata-rata Rp500 juta, salah satunya bersumber dari tarif masuk pelabuhan.

Sejak pandemi COVID-19, kata dia jumlah pengguna fasilitas pelabuhan pun menurun.

"Pendapatan dari pelabuhan domestik pun jauh berkurang sejak pandemi COVID-19," ucapnya.

Raja mengatakan PT Pelindo tetap memberikan pelayanan secara maksimal kepada pengguna jasa pelabuhan. Pelindo juga meningkatkan fasilitas pelayanan untuk kepentingan pengguna jasa pelabuhan.

"Penghematan dilakukan selama masa-masa sulit ini, namun tidak mengurangi mutu pelayanan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar