Pasien terpapar COVID-19 di Kepri bertambah 120 orang

id Pasien COVID-19 di Kepri, bertambah 120 orang

Pasien terpapar COVID-19 di Kepri bertambah 120 orang

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi Kepulauan Riau bertambah 120 orang, yang merupakan tambahan terbanyak selama pandemi COVID-19 menyebar di daerah itu.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah di Tanjungpinang, Rabu mengatakan tambahan jumlah pasien terbanyak di Batam mencapai 119 orang, sementara satu pasien lainnya merupakan warga Kabupaten Bintan.

"Penambahan pasien ini rekor tertinggi. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," ucap pejabat yang juga Sekda Kepri itu.

Arif mengatakan total jumlah pasien di Batam mencapai 1.357 orang. Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 di Batam sebanyak 669 orang.

Sementara kasus aktif COVID-19 di Batam mencapai 178 orang dirawat dan 468 orang menjalani isolasi. Jumlah pasien meninggal dunia akibat COVID-19 di Batam sebanyak 42 orang.

Total kasus COVID-19 di Bintan mencapai 134, sebanyak 89 orang di antaranya dinyatakan sembuh, dan tiga orang meninggal dunia. Jumlah pasien COVID-19 yang saat ini dirawat 12 orang, dan diisolasi 30 orang.

Total jumlah kasus COVID-19 di Tanjungpinang mencapai 287 orang, sebanyak 255 orang dinyatakan sembuh, dan tujuh orang meninggal dunia. Sementara jumlah kasus aktif di Tanjungpinang tinggal 25.

Di Karimun total kasus COVID-19 sebanyak 39 orang, sementara kasus aktif sisa dua orang setelah 36 orang sembuh, dan satu orang meninggal dunia.

Di Lingga ada satu kasus COVID-19 yang sudah cukup lama. Pasien sudah meninggal dunia.

Arif mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama.

Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar