Mentan sasar peluang pengembangan ekspor produk hortikultura di Kepri

id ekspor mangga,hortikultura,menteri pertanian

Mentan sasar peluang pengembangan ekspor produk hortikultura di Kepri

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan ke Balai Benih Induk (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan di Tembeling, Toapaya Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (24/9/2020)(Kementerian Pertanian)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyasar pengembangan produk pertanian hortikultura, seperti buah-buahan di Kepulauan Riau, dapat menjadi peluang ekspor ke negara tetangga.

Hal itu dikatakan Mentan saat melakukan peninjauan ke Balai Benih Induk (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan di Tembeling, Toapaya Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis. Mentan juga sekaligus melakukan penanaman secara simbolis bibit buah mangga dan panen buah naga.

"Kepulauan Riau adalah bagian kekuatan-kekuatan negeri yang ada. Ini dekat dengan Singapura dan Malaysia. Untuk itu upaya-upaya akselerasi sektor pertanian dari hortikultura, perkebunan juga peternakan yang ada di sini menjadi kekuatan ekonomi," kata Mentan melalui keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Mentan menjelaskan Balai Benih Induk Pertanian di Kepri ini memiliki peluang untuk pengembangan produk pertanian khususnya di sektor hortikultura, perkebunan, bahkan peternakan. Terlebih, posisi Kepri begitu dekat dengan negara tetangga.

Oleh karena itu, Mentan Syahrul berpesan kepada BBI dan BPTP Kepulauan Riau yang hadir untuk memperhatikan pengembangan komoditas yang potensial yang digemari masyarakat dan wisatawan sebagai komoditas dengan daya jual yang tinggi.

Di lokasi BBI ini, Mentan berkesempatan secara simbolis menanam bibit mangga varietas Garifta Gading yang memiliki buah dengan tekstur lunak berserat kasar, rasanya manis, aromanya harum kuat, dengan produksi rata-rata capai 64,42 kg per pohon per tahunnya.

Tak hanya itu, Mentan juga berkesempatan menanam bibit mangga varietas Sala, kemudian melanjutkan pemetikan buah naga di lokasi yang berdekatan dengan lahan tanam mangga.

Sementara itu, Kepala BBI, Nil Erison, menyebutkan komoditas tanaman yang ada di lokasi tanggung jawabnya memiliki koleksi tanaman hortikultura dan perkebunan yang diambil dari balai-balai penelitian tanaman hortikultura dan perkebunan Badan Litbang Kementan.

"Luasan kami ada sekitar 50 hektar, yang kami miliki dari produk hortikultura seperti mangga, durian, alpukat, dan perkebunannya kami punya kebun pala, cengkeh, dan lada" kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar