Pendistribusian bansos beras PKH di Tanjungpinang sudah tuntas

id Bansos beras Tanjungpinang

Pendistribusian bansos beras PKH di Tanjungpinang sudah tuntas

Penyaluran bantuan sosial tunai Kemensos di kantor Pos cabang Tanjungpinang. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Bulog Subdivre Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan sudah mendistribusikan 100 persen bantuan sosial beras Kementerian Sosial (Kemensos) kepada 5.376 keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) di daerah tersebut.

Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang, Hendra Gunafi, menyampaikan, bansos beras diberikan langsung untuk dua bulan, yakni periode Agustus hingga September 2020.

"Bansos dua bulan ini dibagikan pada September 2020. Totalnya sekitar 160 ton, per KPM menerima 30 kilogram, per bulan 15 kilogram," kata Hendra kepada ANTARA di Tanjungpinang, Minggu.

Menurut Hendra, program bansos beras ini ditargetkan sampai Oktober 2020. Secara otomatis, pendistribusiannya akan dilaksanakan pada bulan depan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Kemensos.

Dia pun memastikan stok beras Bulog Subdivre Tanjungpinang saat ini mencukupi sampai Desember 2020, yaitu mencapai 1.000 ton.

"Untuk bansos bulan Oktober lebih dari cukup, sekitar 80 ton saja," terangnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan Bulog ditunjuk oleh Kemensos untuk mendistribusikan bansos beras tersebut. Selanjutnya, dikirimkan dengan menggunakan transporter untuk disalurkan langsung ke rumah-rumah sampai ke KPM PKH.

"Transporter yang ditunjuk untuk program ini adalah PT. Bhanda Ghara Reksa (BGT)," sebut Hendra.

Hendra menambahkan Bulog Subdivre Tanjungpinang membawahi Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Anambas, dan Kabupaten Natuna.

Selain Kota Tanjungpinang, kata dia, untuk pendistribusian bansos beras di empat kabupaten lainnya akan disalurkan langsung tiga bulan (Agustus-Oktober 2020).

"Pendistribusiannya di bulan Oktober, karena menyesuaikan dengan kondisi geografis daerah," ucap Hendra.

Terpisah, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto, menyebut, bansos beras adalah salah satu program Jaring Pengaman Sosial (JPS) merupakan bentuk upaya pemerintah yang terus memberikan inovasi dan solusi untuk menghadapi masalah-masalah sosial yang timbul akibat COVID-19.

Program ini juga merupakan hasil sinergitas antara Kementerian Sosial dengan Perum Bulog sebagai cara untuk menyerap hasil panen para petani lokal. Kemensos bertanggung jawab untuk memastikan kualitas berasnya baik dan layak konsumsi.

"Kita memastikan kualitas berasnya, sehingga tidak ada beras yang lama dan rusak. Ini harus diperhatikan betul dimulai dari sini, pengemasan dan pendistribusian, untuk itu pengecekan ke gudang-gudang Bulog juga harus kita lakukan," ucap Edi Suharto.

Tujuan dari diluncurkannya bantuan sosial beras adalah untuk mengurangi beban pengeluaran KPM-PKH, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan berupa beras untuk kebutuhan sehari-hari selama Pandemi COVID-19.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar