Pjs Gubernur Kepri minta KPU antisipasi cuaca ekstrem saat distribusi logistik

id Distribusi logistik Pilkada,pilkada kepri, kpu kepri

Pjs Gubernur Kepri minta KPU antisipasi cuaca ekstrem saat distribusi logistik

Kantor KPU Provinsi Kepri. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Penjabat Sementara Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Bahtiar Baharuddin meminta KPU mengantisipasi cuaca ekstrem saat distribusi logistik Pilkada serentak 2020 agar tidak mengalami kendala atau hambatan.

"Apalagi pilkada berlangsung di akhir tahun, Provinsi Kepri sebagai daerah kepulauan, perlu skenario terkait kondisi cuaca," kata Bahtiar di Tanjungpinang, Kamis (1/10).

Bahtiar juga berpesan kepada KPU segera berkoordinasi dengan Bawaslu dan aparat keamanan untuk melakukan pengawalan dan pengawasan pendistribusian logistik.

Demi keselamatan Pilkada, katanya, logistik sebaiknya distribusikan dua atau tiga hari sebelum pelaksanaan dengan tanggungjawab bersama.

"Kami harus antisipasi, jangan sampai logistik pilkada rusak akibat cuaca ekstrem, misalnya hujan," imbuhnya.

Namun, Bahtiar meyakini antisipasi dapat dilakukan dengan baik karena beberapa hari ke belakang, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan bertemu langsung dengan Kapolda, Danrem dan Danlantamal serta pihak terkait lainnya menyangkut pengamanan Pilkada.

"Pada prinsipnya TNI-Polri sangat mendukung dan siap menyukseskan pilkada sehat," ujar Bahtiar.

Dikatakannya, pemerintah sebagai lembaga utama yang mendukung pelaksanaan pilkada memastikan kepada pihak penyelenggara dan aparat pengamanan untuk menjamin kelancaran semua tahapan Pilkada hingga selesai.

"Ini tugas kita bersama, karena dengan kebersamaan dan saling koordinasi, maka setiap tahapan pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Sriwati menyampaikan kondisi terkini pelaksanaan rangkaian kegiatan Pilkada 2020 di Kepri.

Menurutnya, dari tujuh Kabupaten dan Kota hanya Tanjungpinang yang tidak ikut kontestasi Pilkada, dengan total 17 pasangan calon Kepala Daerah.

Dari Data ada sebanyak 4.091 TPS dengan 1.163.557 DPS (Daftar Pemilih Sementara), dengan Batam menjadi DPS terbesar (584 ribu) di susul Karimun (165 ribu), Tanjungpinang (149 ribu), Bintan (109 ribu), Lingga (79 ribu), Natuna (52 ribu) dan Kepulauan Anamnas (31 ribu). Sedangkan untuk Dana Pilkada sendiri telah 100 persen di transfer.

"Alhamdulillah berbagai tahapan yang berjalan sampai saat ini tidak ada permasalahan," tutur Sriwati.

Sedangkan untuk skenario pemungutan suara sendiri, lanjut Sriwati, akan dilakukan simulasi sambil menunggu petunjuk teknis langsung dari KPU RI.

Stasiun BMKG Kota Tanjungpinang memprediksi potensi curah hujan terjadi di wilayah Kepri hingga akhir tahun 2020.

Menurutnya, Kepri termasuk daerah non musim karena tidak memiliki batas yang jelas antara musim hujan dan musim kemarau.

"Tiap bulan pasti ada hujan walau sedikit," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid.

Dia turut mengemukakan tahun ini curah hujan di Kepri lebih basah atau hari hujannya lebih banyak dari tahun lalu, salah satu faktornya ialah perubahan iklim secara global.

"Kepri ini merupakan daerah perbelokan angin, sehingga potensi hujan yang terjadi cukup tinggi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Khalid mengimbau pemerintah dan masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem saat akhir tahun, karena dapat memicu tingginya gelombang, terutama di perairan pulau terluar Natuna dan Anambas.

"Natuna dan Anambas jadi langganan cuaca ekstrem saat akhir tahun," demikian Khalid.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar