Pemprov Kepri minta akses ke Singapura segera dibuka

id akses wilayah kepri dibuka, kepri minta akses ke singapura dibuka

Pemprov Kepri minta akses ke Singapura segera  dibuka

Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar, usai meninjau Pelabuhan Internasional Batam Centre, Selasa (20/10/2020). ANTARA/Naim

Batam (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta kepada pemerintah pusat agar akses dari internasional dari dan ke wilayah itu dapat dibuka kembali demi menggerakkan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Kami memohon kepada pemerintah pusat, agar berkenan diberi kesempatan pada kawasan ini, termasuk Nongsa agar dibuka kembali. Karena ekonomi kami sangat tergantung kawasan lain," kata Pjs Gubernur Kepri Bahtiar usai meninjau Terminal Feri Nongsapura di Kota Batam, Kepri, Selasa.

Ia menyatakan, ekonomi dan industri di Kepri, terutama Batam, tidak bisa bergerak, karena bahan baku didapatkan dari negara lain, yaitu Singapura dan Malaysia.

Ketika bahan baku terhenti, lanjutnya, maka industri jasa dan turunannya tidak dapat bergerak. Apabila daerah lain di Indonesia mengandalkan perdagangan antardaerah dan antarpulau, maka Kepri bergantung kepada perdagangan antarnegara.

"Oleh karenanya cara memandang wilayah Kepri harus berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Kami mohon kearifan dan kebijakan," kata dia.

Ia menyatakan pihaknya telah membuat permohonan tertulis kepada pemerintah pusat untuk membuka akses dari Batam dan Bintan ke Singapura pada 16 Oktober 2020.

Pihaknya juga memastikan bahwa Kepri siap dibuka kembali. Bahkan, ia mempersilahkan kepada seluruh Menteri untul mengecek langsung kesiapan di lapangan, agar lebih yakin.

"Kami siap dikoreksi diberi masukan. Diberikan asistensi, apa saja masukannya," kata Pjs Gubernur Kepri.

Pemerintah Indonesia dan Singapura telah menyepakati pengaturan koridor perjalanan yang terbatas untuk perjalanan bisnis yang penting, perjalanan diplomatik dan perjalanan kedinasan yang mendesak, salah satunya melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar