Ketiga paslon pilgub Kepri lakukan pelanggaran

id Temuan pelanggaran Pilkada

Ketiga paslon pilgub Kepri lakukan pelanggaran

Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Bawaslu menyampaikan dugaan pelanggaran pilkada serentak yang dilakukan oleh tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Temuan tersebut bersumber dari laporan maupun pengawasan langsung Bawaslu di lapangan," kata Komisioner Bawaslu Kepri Idris, Kamis.

Idris menjelaskan temuan dimaksud antara lain dugaan pelanggaran iklan kampanye konten internet oleh relawan paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 Isdianto-Suryani.

"Setelah ditelusuri lagi, konten tersebut sudah dihapus. Tapi, kami tetap menyurati semua paslon agar mengontrol kegiatan iklan kampanye tim relawan melalui internet," ujar Idris.

Kemudian, dugaan pelanggaran konten internet oleh relawan paslon nomor urut 1, Soerya Respationo-Iman Sutiawan. Bawaslu sudah meneruskan temuan tersebut ke pihak Cyber Crime Polda Kepri.

Berikutnya laporan pelanggaran calon gubernur nomor urut 3 Ansar Ahmad yang diduga melakukan kampanye saat menyampaikan khutbah salat Jumat di salah satu masjid di Kota Batam, namun tidak memenuhi unsur pelanggaran.

"Bawaslu sudah meminta keterangan kepada pihak masjid, dalam hal ini pihak Humas masjid bersumpah bahwa Pak Ansar tidak berkampanye," tegas Idris.

Selanjutnya, dugaan pelanggaran calon wakil gubernur nomor urut 3 Marlin Agustina yang diduga memanfaatkan fasilitas podium milik kantor Kecamatan Nongsa, Kota Batam sebagai media kampanye.

Menurut Idris, dari hasil keterangan Camat Nongsa, podium dimaksud bukan milik kecamatan karena tidak teregister dan terinventaris sebagai aset.

"Podium memang bebas digunakan untuk masyarakat, sehingga tidak memenuhi unsur pelanggaran," tutur Idris.

Selain itu, laporan dugaan pelanggaran iklan kampanye bantuan motor untuk RT/RW yang dilakukan paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

Dikatakan Idris, dari hasil penelusuran dan keterangan liaison officer (LO) paslon nomor urut 3, tidak pernah kampanye motor melalui website resmi.

"Kesimpulannya, belum menggambarkan adanya pelanggaran oleh paslon nomor urut 3," tegas Idris.

Terakhir, terkait dengan penelusuran kampanye tempat pendidikan kampus UNIBA di Batam oleh calon gubernur nomor 1, Soerya Respationo.

Bawaslu sudah meenelusuri dan meminta keterangan mahasiswa, bahwa di UNIBA saat itu memang sedang berjalan kegiatan penegenalan kampus terhadap mahasiswa baru.

Adapun kehadiran yang bersangkutan karena statusnya sebagai Ketua Senat UNIBA dan kegiatan ini rutin tiap tahun dilaksanakan dengan melibatkan civitas akamedika dan senat.

"Dalam sambutannya, Soerya tidak menyinggung kampanye, hanya menyampaikan tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga disimpulkan tidak ada pelanggaran," tutur Idris.

Lanjut Idris, ada beberapa dugaan pelanggaran lagi yang masih dalam tahap penelusuran. Informasi itu diterima dari media dan masyarakat.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar