Puluhan pasien COVID-19 Tanjungpinang terpaksa jalani karantina di LPMP Kepri

id 37 pasien COVID 19 Tanjungpinang,karantina terpadu di LPMP Kepri,pasien COVID-19 Tanjungpinang karantina terpadu

Puluhan pasien COVID-19 Tanjungpinang  terpaksa jalani  karantina di LPMP Kepri

Petugas kesehatan Tanjungpinang mengevakuasi pasien COVID-19 untuk menjalani karantina terpadu di Gedung LPMP Kepri di Bintan (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Sebanyak 37 pasien COVID-19 di Kota Tanjungpinang terpaksa menjalani karantina terpadu di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepulauan Riau di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Senin.

Sekda Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, evakuasi terhadap pasien COVID-19 ke Gedung LPMP Kepri dilaksanakan lantaran tidak ada lagi ruangan atau kamar yang tersedia di Tanjungpinang.

"Kamar di Gedung LPMP Kepri cukup memadai," katanya.

Teguh mengatakan jumlah pasien COVID-19 hari ini bertambah 47 orang sehingga menjadi 450 orang. Pasien yang bergejala bertambah 22 orang sehingga menjadi 162 orang, sedangkan pasien yang tidak bergejala 25 orang sehingga menjadi 288 orang.

Sementara pasien yang sembuh bertambah empat orang sehingga menjadi 308 orang. Pasien yang meninggal dunia bertambah dua orang sehingga menjadi 12 orang.

"Jumlah kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang mencapai 130 orang," katanya.

Saat ini, kata dia, pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 40 orang, menjalani karantina terpadu 34 orang, dan isolasi mandiri 56 orang.

Ia mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa dicegah bersama-sama.

Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar