Data pasien COVID-19 di Tanjungpinang bertambah 27 orang

id Pasien COVID 19 di Tanjungpinang,bertambah 27 orang

Data pasien COVID-19 di Tanjungpinang bertambah 27 orang

Pasien COVID-19 di Tanjungpinang dievakuasi ke Gedung LPMP Kepri untuk menjalani karantina terpadu (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Tanjungpinang mencatat jumlah pasien COVID19 di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau itu bertambah 27 sehingga total menjadi 509 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam, di Tanjungpinang, Jumat mengatakan dari 509 pasien COVID-19 tersebut, sebanyak 186 orang memiliki gejala, sedangkan 323 orang tidak bergejala.

Sebanyak 27 orang pasien baru hari ini, sebanyak 13 orang tanpa gejala, sedangkan 14 orang bergejala.

"Dalam sepekan terakhir terjadi tambahan yang signifikan," ujarnya.

Berdasarkan hasil penelusuran tenaga kesehatan, kata dia, jumlah warga yang tertular COVID-19 setelah melakukan perjalanan ke luar daerah sebanyak 103 orang, sedangkan yang tertular setelah kontak erat dengan pasien COVID-19 mencapai 330 orang.

Sementara sebanyak 76 orang pasien lainnya tertular COVID-19 tanpa kontak erat dengan pasien COVID-19 dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.

"Jumlah pasien yang dinyatakan sudah sembuh 310 orang, sementara yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 13 orang," ujarnya.

Rustam mengemukakan jumlah kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang sebanyak 186 orang. Sebanyak 46 orang masih dirawat di rumah sakit, sementara 92 orang menjalani isolasi mandiri dan 48 orang karantina terpadu.

Ia mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa dicegah bersama-sama.

Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan, katanya, adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar