Pemuda Posek bantah aksi demo mereka didanai pengusaha

id Ryan: tidak benar demo kami didanai pengusaha

Pemuda Posek bantah aksi demo mereka  didanai pengusaha

Masyarakat nelayan saat melakukan aksi penolakan diatas pompong yang dikawal langsung oleh jajaran Polres Lingga (Nurjali)

Lingga (ANTARA) - Koordinator aksi yang juga perwakilan pemuda dari Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Ryan menyesalkan pemberitaan disalah satu media lokal yang menyatakan bahwa aksi mereka beberapa hari yang lalu, didanai oleh salah satu pengusaha di wilayah tersebut.

"Demo itu murni dari kepedulian masyarakat khususnya mereka yang mencari nafkah di laut, karena kalau tambang itu masuk otomatis mata pencaharian mereka akan hilang," sebut Ryan kepada Antara, Rabu.

Mereka menolak keberadaan tambang timah di wilayah laut yang akan dikelola oleh PT. Supreme Alam Resources (SAR) tersebut karena memiliki alasan yang sangat jelas, profesi nelayan sudah dijalani sebagian besar masyarakat di pesisir tersebut sudah dari nenek moyang mereka.

Menurut Ryan jika pun ada masyarakat yang mengeluarkan biaya pada saat aksi tersebut, seperti makan dan minum serta kebutuhan lainnya hal itu bukan dari pengusaha atau mereka yang memiliki usaha di luar dari Kepulauan Posek, mereka adalah warga dari Kepulauan Posek sehingga wajar jika memiliki kepedulian terhadap aksi tersebut.

"Itu aksi spontan, kalau ada yang memberikan biaya itu murni karena mereka peduli karena mereka memang berdomisili dan memiliki usaha di wilayah tersebut, jadi itu dana gotong royong dari saku masing-masing nelayan," ujarnya.

Saat ini penolakan tersebut semakin meluas tidak hanya dari masyarakat di wilayah Kepulauan Posek, namun beberapa organisasi mahasiswa yang berada d iluar wilayah Posek juga memberikan dukungan serupa, jika tidak ada tindakan tegas bukan tidak mungkin akan terjadi aksi yang lebih besar.

"Tentu akan ada aksi yang lebih besar, karena ini jelas merusak lingkungan dan merugikan warga kami," sebutnya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar