Gubernur Kepri ingatkan cuaca ekstrem berpotensi ganggu suplai bahan pokok

id Antisipasi cuaca buruk

Gubernur Kepri ingatkan cuaca ekstrem berpotensi ganggu suplai bahan pokok

Suasana perairan laut di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Bahtiar Baharuddin mengatakan perubahan cuaca ekstrem dengan fenomena La Nina pada akhir tahun berpotensi mengganggu suplai kebutuhan bahan pokok.



“Contohnya, saat ini gelombang laut terutama di perairan Kepulauan Anambas dan Natuna mencapai 3 hingga 4 meter,” kata Bahtiar di Tanjungpinang, Jumat.



Fenomena alam ini juga dapat menyebabkan intensitas curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dan mengakibatkan gelombang tinggi.



Maka itu, Bahtiar berharap instansi yang membidangi ketahanan pangan harus bersiap dan mengantisipasinya, khususnya bagi daerah-daerah kepulauan jangan sampai terputus pasokan tersebut.



Dia meminta Bulog, Pertamina dan intansi lainnya yang membidangi kebutuhan pokok masyarakat, segera mengirim kebutuhan masyarakat hingga tercukupi.



“Kita harus belajar dari kasus-kasus sebelumnya dalam penanganan kebutuhan di masa sulit ini. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkannya,” ujar Bahtiar.



Khusus Bulog, lanjutnya, sudah menjamin ketersediaan beras dan kebutuhan lainnya. Namun saat ini perusahaan BUMN itu masih mengkoordinasikan waktu pengiriman ke daerah yang memiliki 96 persen luas wilayah laut tersebut.



“Saya minta secepatnya Bulog mendorong barang kebutuhan pokok itu ke daerah terutama ke Anambas, Natuna dan daerah lainnya yang pengirimannya menggunakan kapal. Tentu ini untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di laut,” tuturnya.



Bahtiar juga meminta kepada jasa pelayaran baik barang dan orang untuk berhati-hati. Sebelum melakukan perjalanan harus berkoordinasi dengan pihak yang berwenang dalam pelayaran ini, seperti KSOP, Syahbandar dan BMKG terkait kondisi cuaca saat ini.



“Satu sisi kita harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi di sisi lain juga harus memikirkan keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar