30 miliar APBD Kepri disiapkan untuk jembatan Babin

id Jembatan Batam-Bintan

30 miliar APBD Kepri disiapkan untuk jembatan Babin

Rapat koordinasi pembangunan jembatan Batam-Bintan di aula kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kamis (19/11/2020). (Antara/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menganggarkan dana sekitar Rp30 miliar melalui APBD tahun 2021 untuk pembebasan lahan proyek pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin).

"Lahan yang dibebaskan sekitar 30 hektare. Meliputi di wilayah Kota Batam dan Kabupaten Bintan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri Abu Bakar dalam rapat koordinasi pembangunan jembatan Batam-Bintan di aula kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kamis (19/11).

Dengan demikian, Abu Bakar memastikan persoalan lahan jalan dan jembatan Babin tersebut sudah selesai.

Pihak-pihak terkait seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam juga sangat mendukung penuh terkait lahan jalan dan jembatan dari Batam.

Abu menyampaikan panjang jembatan Babin ini nantinya adalah 7,685 kilometer, sedangkan panjang jalan di sisi darat adalah 7,064 km sehingga secara keseluruhan total panjanganya adalah 14,749 kilometer.

Menurutnya sekitar dua hingga tiga minggu ke depan Tim Kementerian PUPR akan melakukan loading test yaitu titik awal memeriksa kekerasan tanah bagi pembangunan jembatan.

"Jadi ini sudah ada titik terang pergerakan pembangunan. Jika proyek ini selesai, Batam-Bintan mungkin bisa ditempuh hanya sekitar 10 menit. Semoga jembatan ini bisa segera terwujud dan memberikan dampak perubahan yang baik bagi Perekonomian di Kepri," kata Abu menegaskan.

Sementara itu, Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin menyatakan dari hasil rapat bersama Kementerian PUPR, Rabu (18/11) bahwa tinggi jembatan Babin, yaitu dari Pulau Buau dengan Tanjungsauh setinggi 40 meter di atas pasang tertinggi permukaan laut.

"Sehingga ini menjadikan jembatan babin sebagai salah satu jembatan tertinggi untuk skala nasional," jelasnya.

Menurut Bahtiar yang menjadi pertimbangan bahwa tinggi jembatan ini harus mencapai 40 meter di atas pasang tertinggi permukaan laut adalah agar bisa dilewati, selain kapal-kapal besar juga bisa dilewati kapal perang.

"Pertimbangannya salah satunya adalah pertahanan keamanan. Dengan ketinggian tersebut kapal-kapal perang kita bisa dimobilisasi dan bermanuver dengan leluasa pada keadaan-keadaan tertentu," demikian Bahtiar.

Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar