Rumah warga di pesisir Tanjungpinang ludes terbakar

id Rumah warha terbakar

Rumah warga di pesisir Tanjungpinang ludes terbakar

Petugas Damkar memadamkan api yang melahap satu unit rumah warga di Teluk Keriting, Tanjungpinang, Kepri, Senin (18/1). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Satu unit rumah warga di kawasan pesisir Teluk Keriting, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ludes terbakar pada Senin sekitar pukul 10.15 WIB. 

Penghuni rumah, yaitu Syahrial dan istri tidak ada di rumah saat kebakaran itu terjadi. Keduanya sedang berada di rumah tetangga yang letaknya tidak jauh dari kediamannya.

"Tapi, anak saya (Asrul) ada di rumah, sedang tidur di kamar. Tiba-tiba ada percikan api keluar dari bagian dapur, ia langsung keluar rumah dan memberitahu saya dan istri," kata Syahrial.

Mendapat informasi dari anaknya itu, Syahrial kemudian bergegas berlari menuju ke rumahnya, namun api ternyata sudah membesar dibarengi gumpalan asap membumbung tinggi.

"Saya terlambat, api lebih dulu melahap bangunan rumah dan seisinya. Tidak ada yang bisa diselamatkan, semuanya ludes terbakar," tutur Syahrial.

Rumah yang ditempati Syahrial bersama istri dan anaknya itu tersebut berstatus menyewa dari Ketua RT 03 Teluk Keriting Badai.

Mereka sekeluarga sudah tinggal di situ sekitar 20 tahun terakhir.

"Kami berharap Pemkot Tanjungpinang mengulurkan bantuan atas musibah yang menimpa keluarga kami," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang Hantoni menuturkan menerima laporan kejadian kebakaran itu sekitar pukul 11.00 WIB.

Pihaknya langsung menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman, namun sesampainya di lokasi kejadian api ternyata sudah padam.

"Kami tetap memadamkan bara yang masih menyala dan membersihkan puing-puing sisa kebakaran rumah tersebut," kata Hantoni.

Hantoni menduga kebakaran ini dipicu ledakan kompor gas karena lupa dimatikan oleh keluarga korban, ditambah kondisi angin sedang bertiup kencang.

Beruntung tidak ada korban jiwa imbas peristiwa ini. Untuk nilai kerugian materil yang dialami korban pun belum diketahui.

"Kerugiannya masih kami hitung," kata Hantoni.
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar