Israel kirimkan pasokan vaksin COVID ke Palestina

id Israel,Palestina,vaksin COVID-19

Israel kirimkan pasokan vaksin COVID ke Palestina

Seorang pekerja medis Palestina mengumpulkan sampel usap dari seorang anak laki-laki untuk uji penyakit corona (COVID-19), di Jalur Gaza Selatan, Kamis (14/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/rwa.

Ramallah (ANTARA) - Israel, Senin (1/2), mengatakan pihaknya telah memasok Palestina dengan pengiriman pertama vaksin COVID-19 berupa 2.000 dosis vaksin buatan Moderna Inc.

Pasokan vaksin itu dibawa ke Tepi Barat yang diduduki dan akan digunakan oleh tim medis Otoritas Palestina, menurut pernyataan dari COGAT, penghubung militer Israel dengan Palestina.

Kementerian Kesehatan Palestina melalui pernyataan yang dikeluarkan di kota Ramallah, Tepi Barat, mengonfirmasi pengiriman tersebut.

Kemenkes mengatakan akan memberikan dosis vaksin pada para personel medis yang bekerja di fasilitas tempat mereka merawat pasien COVID-19.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa kalangan kedua yang akan mendapatkan suntikan vaksin adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun serta mereka yang menderita penyakit kronis.

Kementerian tersebut mengatakan pihaknya memperkirakan akan mendapatkan 50.000 dosis vaksin lagi dalam beberapa hari mendatang, namun tidak mengungkapkan sumbernya.

Israel telah mengalokasikan tambahan 3.000 dosis untuk Palestina, kata seorang pejabat COGAT.

Israel telah muncul sebagai pemimpin dunia dalam urusan vaksinasi pada warganya.

Otoritas Palestina secara terpisah telah mencoba untuk mengamankan dosisnya sendiri, dan telah memesan sejumlah vaksin Sputnik V buatan Rusia.

Palestina juga akan menerima lebih dari 35.000 hingga 40.000 dosis vaksin dari COVAX --program global berbagi vaksin --dalam beberapa minggu mendatang, kata seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin.

Israel merebut Tepi Barat dalam perang Timur Tengah 1967. Palestina mengupayakan wilayah itu jadi  negara merdeka, yang mereka ingin  dirikan di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar