Banjarbaru gelar patroli karhutla di kawasan bandara

id patroli karhutla banjarbaru,pencegahan karhutla,kebakaran hutan lahan

Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya bersama Kepala Kepolisian Resor Banjar AKBP Takdir Mattanete dan Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto berpatroli di kawasan sekitar bandara dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA/Firman)

Banjarbaru (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya memimpin patroli di kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang asapnya bisa mengganggu penerbangan.

"Kami tingkatkan patroli dialogis sekaligus memadamkan titik api yang muncul. Harapannya, dengan kehadiran petugas setiap saat ini dapat menekan tindakan pembakaran oleh oknum masyarakat," kata Kelana di Banjarbaru, Selasa.

Bersama Kepala Kepolisian Resor (Polres) Banjar AKBP Takdir Mattanete dan Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, Kelana berangkat dari Posko Karhutla di Jalan Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, untuk berpatroli hingga ke Jalan Kurnia Ujung, tempat hamparan lahan rawa gambut yang rawan terbakar berada.

Kawasan Jalan Kurnia Ujung berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar, karenanya Polres Banjarbaru dan Polres Banjar serta Kodim 1006/Martapura bersinergi untuk mencegah dan menanggulangi karhutla.

"Dari pantauan hari ini, tidak ada lagi titik api yang muncul. Anggota pun terus siaga melakukan pemantauan sekaligus pembasahan area lahan yang sempat terbakar," kata Kelana.

Ia menambahkan, kawasan sekitar bandara juga masih aman, tidak ada kabut asap yang muncul.

 
Polisi berpatroli antisipasi karhutla di wilayah sekitar bandara. (antara/foto/firman)


Kelana mengatakan personel TNI dan Polri serta instansi lain yang tergabung dalam satuan tugas penanggulangan karhutla siaga menjalankan tugas untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

"Kita utamakan pencegahan dengan mengedukasi dan mengingatkan masyarakat. Karena tanpa sebab dan akibat api tidak akan mungkin terjadi," katanya.

Dia berharap kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar makin meningkat, demikian pula kesadaran warga dan pemangku kepentingan terkait untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan karhutla.

Baca juga:
Polres Banjarbaru patroli di wilayah rawan muncul titik api
511 hektare lahan Banjarbaru terbakar dalam 9 bulan


Pewarta : Firman
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar