Jamaah haji lewati "Thermal Body Scanner" saat tiba di Tanah Air

id jamaah haji,debarkasi surabaya,asrama haji,ppih,suhu tubuh,aa

Petugas kesehatan memantau alat ‘Thermal Body Scanner’ saat rombongan jamaah haji kloter 2 tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Minggu (18/08/2019). ANTARA//Hanif Nashrullah/aa.

Surabaya (ANTARA) - Jamaah haji wajib melewati dua kali pemeriksaan kesehatan melalui alat Thermal Body Scanner setibanya di Tanah Air untuk mengantisipasi tertular virus penyakit.

"Alat ini fungsinya untuk mengukur suhu badan," kata Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Muhammad Budi Hidayat di sela penyambutan kedatangan jamaah haji di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Minggu (18/8).

Alat tersebut terpasang di pintu keluar bandar udara (bandara) kedatangan di Juanda dan pintu masuk ruangan Asrama Haji Debarkasi.

Dia mengungkapkan batas maksimal suhu badan yang terbilang normal adalah 37,5 derajat celsius.

"Kami mengantisipasi tertularnya virus penyakit MERS COV, serta yang sudah selalu diwaspadai adalah meningitis," ujarnya.

Baca juga: Muqoddas: Penyelenggaraan haji tahun ini semakin baik

Selain itu, pihaknya juga mewaspadai tertularnya penyakit ebola yang sampai sekarang sedang merebak di negara-negara Benua Afrika.

"Ini karena banyak jamaah dari negara-negara asal benua Afrika yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci," ucapnya.

Tidak cuma itu, kata dia, setibanya di rumah masing-masing, kesehatan jamaah haji masih terus dipantau selama 21 hari atau selama tiga pekan.

Jika mengalami demam maka dianjurkan segera berobat ke Puskesmas terdekat dengan membawa buku kesehatan haji.

“Dengan begitu petugas Puskesmas mengetahui bahwa pasien baru saja pulang dari Tanah Suci sehingga bisa segera mengantisipasi seandainya terjangkit virus,” katanya.

Sementara itu, PPIH Surabaya memulai proses debarkasi hari ini, yang diawali dengan kedatangan kloter 1, 2 dan 3.

Selanjutnya akan tiba secara bergelombang setiap hari tiga kloter, dengan masing-masing kloter terdiri dari rombongan yang berjumlah 450 orang, hingga terakhir kloter 85 dijadwalkan tiba pada tanggal 15 September mendatang.

Baca juga: Pada 2020 tenda bertingkat Mina akan bisa dinikmati jamaah Indonesia
Baca juga: Tiga jam waktu tunggu jamaah Riau di Batam sebelum pulang


Pewarta : Fiqih Arfani/Hanif Nashrullah
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar