Pangeran Harry dukung rencana pariwisata berkelanjutan

id Istana Buckingham,pariwisata berkelanjutan,Pangeran Harry,Meghan Markle,Kerajaan Inggris

Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris bersepeda bersama peserta lain dalam peluncuran resmi hitung mundur Invictus Games The Hague 2020, di Den Haag, Belanda, Kamis (9/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Dylan Martinez/djo/wsj

Amsterdam (ANTARA) - Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris, Selasa, mengumumkan prakarsa untuk mengubah sektor pariwisata global menjadi lebih berkelanjutan.

Harry sendiri sebelumnya sempat mendapat kritik karena menggunakan pesawat jet pribadi saat bepergian.

Menurut Istana Buckinghan, prakarsa berupa skema 'Travalyst' itu dirancang untuk memperbaiki konservasi, perlindungan lingkungan dan memperluas pertumbuhan ekonomi komunitas lokal sehingga industri pariwisata dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan.

Inisiatif tersebut telah didukung oleh para pelaku usaha di bidang pariwisata seperti Booking.com, Ctrip, Skyscanner, TripAdvisor dan Visa.

"Pariwisata memiliki kekuatan untuk membuka pengetahuan masyarakat terhadap budaya-budaya lain, pengalaman baru, dan untuk menciptakan rasa syukur atas apa yang dimiliki oleh bumi kita," kata Harry sang cucu Ratu Elizabeth.

Dia juga mengatakan pertumbuhan dunia pariwisata yang tak terhindarkan membuat praktik yang berkelanjutan semakin penting dijalankan agar pertumbuhan tersebut dapat berjalan seimbang dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat lokal.

Harry, yang meluncurkan program tersebut di Amsterdam, Belanda, sebelumnya mendapat kritik dan disebut munafik oleh media karena menggunakan pesawat pribadi untuk menghadiri beberapa acara. Padahal, dirinya dan sang istri Meghan Markle terus menyuarakan keprihatinan terhadap lingkungan.

Penyanyi Elton John membela pasangan tersebut dari tuduhan yang 'diputarbalikkan dan jahat'. Harry dan Meghan sempat mengunjungi rumah Elton John di bagian selatan Perancis saat berlibur pada Agustus.

"Untuk mendukung komitmen Pangeran Harry terhadap lingkungan, kami memastikan penerbangan mereka netral dari karbon (carbon neutral) dengan membuat kontribusi khusus pada jaringan Carbon Footprint," katanya melalui unggahan di Twitter.

"Saya sangat menghormati dan menghargai komitmen Harry dan Meghan untuk berbuat baik. Saya meminta media untuk menghentikan tuduhan yang tidak benar dan tanpa belas kasihan terhadap mereka."

Baca juga: Meghan Markle dan Pangeran Harry "unfollow" semua orang di Instagram
 
Pangeran Harry menyambut produser Kanada David Furnish sementara penyanyi dan pencipta lagu asal Inggris, Elton John, berbincang-bincang dengan istri Harry, Meghan Markle, ketika mereka tiba untuk menghadiri pemutaran perdana film The Lion King di London, Inggris, 14/7/2019. ANTARA/Niklas Halle'n/Pool via REUTERS/File Photo/TM


Tahun lalu, sebanyak 1,4 miliar perjalanan dan kegiatan pariwisata antarnegara telah menghasilkan kontribusi sebesar 8,8 triliun dolar AS (sekitar Rp125 kuadriliun) pada ekonomi global. Menurut Istana Buckingham, konsumen semakin menginginkan perjalanan yang lebih berkelanjutan dan tak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Sebuah hasil survei yang dilakukan agen pariwisata daring Booking.com menunjukkan bahwa 71% pelancong meyakini penyedia jasa harus menyediakan lebih banyak pilihan perjalanan yang berkelanjutan, dan 68% ingin uang yang mereka keluarkan dapat masuk ke komunitas-komunitas lokal.

"Melalui kerja sama dengan perusahaan, konsumen dan komunitas-komunitas, tahap awal skema ini akan menjajaki dan mempromosikan solusi yang dapat meningkatkan praktik berkelanjutan di beberapa sektor, termasuk mendukung masyarakat lokal, melindungi fauna, menangani perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, serta mengurangi banjir pengunjung di tujuan wisata (over-tourism)," kata Istana Buckingham.

Sumber: Reuters

Baca juga: Perbaikan rumah Pangeran Harry dan Meghan habiskan Rp43 miliar

Baca juga: Pengagum antre beli majalah Vogue yang disunting Meghan Markle

 

Kerajaan Inggris sumbang 60 miliar dana kemanusiaan untuk Indonesia


Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar