Tanri Abeng yakini presiden memilih orang terbaik di kabinetnya

id Tnari Abeng, praktisi ekonomi, Kabinet presiden Joko Widodo, BI Sulsel, Makassar

Praktisi ekonomi yang juga mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng (kanan) disela bedah buku sejarah dan heritage KPw BI Provinsi Sulsel dengan judul "Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia" di Makassar, Rabu (18/9/2019). ANTARA Sulsel/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Praktisi ekonomi yang juga mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng meyakini Presiden Joko Widodo akan memilih orang terbaik untuk memperkuat kabinet kerjanya pada periode kedua yakni 2019 - 2024.

Hal itu dikemukakan Tanri Abeng disela bedah buku sejarah dan heritage KPw BI Provinsi Sulsel dengan judul "Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia" di Makassar, Rabu.

Tanri berharap Jokowi selaku presiden akan memilih the best of the best (yang terbaik) untuk menjadi timnya menjalankan roda pemerintahan hingga lima tahun ke depan.

"Saya harapkan Pak Jokowi memilih the best of the best, apakah dia dari partai politik atau profesional," ujarnya.

Mengenai perbaikan ekonomi, dia mengatakan, cukup banyak materi yang bisa mengembalikan kejayaan ekonomi Indonesia pada masa pra kemerdekaan .

Sesuai dengan materi dari bedah buku yang menuangkan kejayaan masa-masa perdagang pada masa abad ke-16 hingga 17 dengan komoditi rempah-rempah ke benua Eropa, Indonesia diyakini mampu mengembalikan kejayaan masa lalu sepanjang pemerintah, pengusaha dan masyarakat berpadu dan saling mendukung.

Dalam buku yang ditulis Rasyid dan kawan-kawan itu diungkapkan kemandirian perdagangan dan interkoneksi dengan daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk selanjutnya melakukan hubungan perdagangan hingga ke mancanegara, khususnya ke negara Eropa.

Baca juga: Dede Yusuf dukung Presiden Jokowi pimpin rapat kabinet di Riau

Baca juga: Presiden Jokowi tangkap isyarat Ketum HIPMI Bahlil soal menteri

Baca juga: Ibu Negara harapkan Kali Bahagia Bekasi bersih


"Sementara dalam era kekinian, diharapkan ada kebijakan ekonomi yang memberi ruang dan kesempatan pada Makassar untuk menjadi hub perdagangan yang menghubungkan daerah di kawasan Timur dan Barat, serta melakukan hubungan dagang langsung ke luar negeri," katanya.

Hal senada dikemukakan Guru besar Sejarah Universitas Hasanuddin Prof Dr Rasyid Asba pada kesempatan yang sama.

Dalam buku yang ditulis Rasyid dan kawan-kawan itu diungkapkan kemandirian perdagangan dan interkoneksi dengan daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk selanjutnya melakukan hubungan perdagangan hingga ke mancanegara, khususnya ke negara Eropa.

"Sementara dalam era kekinian, diharapkan ada kebijakan ekonomi yang memberi ruang dan kesempatan pada Makassar untuk menjadi hub perdagangan yang menghubungkan daerah di kawasan Timur dan Barat, serta melakukan hubungan dagang langsung ke luar negeri," katanya.
Praktisi ekonomi yang juga mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng (kedua kanan) dan Prof Dr Rasyid Asba (kedua kiri) disela bedah buku sejarah dan heritage KPw BI Provinsi Sulsel dengan judul "Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia" di Makassar, Rabu (18/9/2019). ANTARA Sulsel/Suriani Mappong

Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar