Pemkab Kotim tetap waspada karhutla meski intensitas hujan meningkat

id karhutla kotim,kebakaran hutan,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla,karhutla

Pemkab Kotim  tetap waspada karhutla meski intensitas hujan meningkat

Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor (tengah) bersama tim SOPD usai apel penutupan Posko Bantuan Karhutla Kotawaringin Timur, Senin (30/9/2019). ANTARA/HO-Posko Karhutla

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tetap mewaspadai kembali terjadinya kebakaran hutan dan lahan meski intensitas hujan mulai meningkat.

"Alhamdulillah beberapa hari ini hujan. Status tanggap darurat pun berakhir. Mudah-mudahan hujan kembali turun supaya kebakaran lahan tidak terjadi lagi," kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor di Sampit, Senin.

Hujan deras dalam sepekan ini cukup efektif memadamkan kebakaran lahan dan menghilangkan asap. Kualitas udara yang sempat menyentuh level berbahaya, kini sudah masuk kategori baik, katanya.

Sekolah yang diliburkan selama dua pekan akibat asap mulai Senin pagi kembali aktif. Untuk mengejar ketertinggalan jam pelajaran selama libur akibat asap, pihak sekolah umumnya memberlakukan jam tambahan atau les.

Baca juga: Bupati Kotim : Karhutla sebabkan 50 persen aktivitas ekonomi terganggu

Baca juga: DPRD Kotawaringin Timur desak cabut izin perusahaan sawit


Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tetap mewaspadai kembali terjadinya kebakaran lahan karena sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi kemarau di daerah ini terjadi hingga akhir Oktober.

Kewaspadaan ini tidak berlebihan karena kebakaran lahan di kabupaten ini umumnya terjadi di lahan gambut. Seperti diketahui, lahan gambut akan cepat kering jika tidak terendam dan tidak diguyur hujan beberapa hari sehingga mudah terbakar.

Kebakaran lahan gambut cukup sulit dipadamkan karena api membakar hingga ke dalam tanah. Terkadang api kembali muncul dari dalam tanah meski sebelumnya api di permukaan terlihat sudah padam. Untuk itu, pemadamannya harus dilakukan berulang-ulang sampai gambut terendam dan api benar-benar padam.

"Kami sangat berterima kasih atas kerja keras semua pihak selama ini, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Damkar, seluruh SOPD, PMI, relawan dari masyarakat dan lainnya. Semua berkontribusi secara maksimal untuk membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten ini," kata Halikinnor.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Posko Bantuan Karhutla Kotawaringin Timur Raihansyah mengaku sangat bersyukur hujan mulai meningkat. Dia berharap kebakaran lahan tidak terjadi lagi sehingga aktivitas masyarakat kembali pulih.

"Mulai hari ini posko bantuan selesai dan ditutup, tapi jika sewaktu-waktu diperlukan maka timnya selalu siap bergerak dan dikerahkan," kata Raihansyah.

Posko Bantuan dibentuk setelah status siaga darurat ditingkatkan menjadi tanggap darurat. Posko yang dipusatkan di kantor Bupati Kotawaringin Timur itu menjadi pusat koordinasi pengerahan bantuan tenaga, armada dan logistik untuk memperkuat Posko Terpadu Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Kotawaringin Timur yang didirikan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Seluruh satuan organisasi perangkat daerah diwajibkan menyiagakan tim mereka yang dibekali mobil dengan tandon air. Mereka inilah yang dikerahkan menyuplai air kepada petugas pemadam kebakaran, bahkan langsung terjun membantu memadamkan api, katanya.

Langkah ini diambil karena sumber air di lokasi kebakaran lahan umumnya sudah kering sehingga harus mengandalkan pasokan air menggunakan mobil tangki atau mobil berbekal tandon air. Selain itu, mereka juga dikerahkan membantu menyuplai air bersih ke desa-desa yang dilanda krisis air bersih, ujarnya.

Baca juga: Seorang warga Kotim dilaporkan ke polisi karena membakar lahan

Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar