Dubes Todung: Teater Garasi harus publikasikan kebudayaan Indonesia

id Dubes Norwegia,Todung Mulya Lubis,Bekraf

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia Todung Mulya Lubis (tengah), Sutradara proyek MPG Yudi Ahmad Yajudin (paling kiri) dalam konferensi pers Ibsen Scholarship 2019, di Jakarta, Senin (14/10/2019). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia Todung Mulya Lubis mengharapkan seniman Teater Garasi yang meraih penghargaan Ibsen Scholarship 2019 dari Ibsen Awards, Norwegia harus bisa mempublikasikan kebudayaan Indonesia lebih baik lagi.

"Dalam bidang kebudayaan, Indonesia belum mendapatkan tempat dan belum banyak didengar di ajang internasional. Kawan Garasi mendapat Ibsen Award, harus dapat publikasikan lebih jauh mengenai kebudayaan Indonesia," ujar Todung Mulya Lubis di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kelompok Teater Garasi menjadi yang pertama bisa tampil dan meraih penghargaan Ibsen Awards, Norwegia.

Baca juga: Indonesia-Norwegia gelar dialog lintas agama dan media

"Sebagai grup dari Indonesia, setahu saya Garasi yang pertama," ucapnya.

Teater Garasi melalui proyek Multitude of Peer Gynts (MPG) mendapat penghargaan Ibsen Scholarship 2019 dari Ibsen Awards, Norwegia. MPG menjadi pemenang bersama dengan empat karya lain dari empat negara, yakni India, Perancis, Cina, dan Lebanon.

Perwakilan Teater Garasi sedianya akan berangkat ke Skien, Norwegia untuk menerima penghargaan pada 23 Oktober 2019.

Baca juga: Dubes: Norwegia tidak tolak minyak sawit Indonesia

MPG merupakan proyek kolaborasi internasional yang dirintis, diproduksi, dan dipimpin oleh kelompok seniman dari Indonesia, dengan melibatkan seniman-seniman Asia (Jepang, Sri Lanka, dan Vietnam) sebagai kolaborator.

Sutradara proyek MPG Yudi Ahmad Yajudin mengatakan setelah proses panjang selama dua tahun, karya pertunjukan yang dihasilkan dalam proyek MPG nantinya akan dipentaskan secara perdana pada 5-19 November di Shizuoka Arts Theater.

"Pertunjukan MPG menggunakan lakon Peer Gynt karya Henrik Ibsen sebagai kerangka dramaturgi untuk membuat pertunjukan tentang isu kesalingterhubungan dunia terkini dan konflik-konflik baru yang diakibatkannya (rasa takut dan kecemasan baru)," paparnya.

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar