Dinas Perikanan pastikan ikan di Sumut tidak terkena virus kolera babi

id Virus hog cholera, kolera babi, bangkai babi, Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut, Tim PKK Sumut

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Mulyadi Simatupang (kiri) saat pembukaan lomba masak ikan di Medan, Rabu (ANTARA/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara (Sumut) memastikan ikan yang beredar di Sumut tidak terpapar dan tercemar virus kolera babi meski banyak ditemukan bangkai babi yang dibuang ke sungai.

"DKP Sumut bersama Badan Karantina Belawan sudah mengambil sampel ikan nila dari Sungai Bederah dan Danau Siombak yang ditemukan bangkai babi," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut, Mulyadi Simatupang di Medan, Rabu.

Mulyadi Simaputang mengatakan itu di sela acara Lomba Masak Serba Ikan XIV Tingkat Provinsi Sumut Tahun 2019.

Acara yang dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumut Hj Nawal Lubis Edy Rahmayadi diikuti 19 peserta se-Sumut yang pemenangnya akan diikutkan pada lomba masak tingkat nasional di Jakarta pada Desember 2019. 

Baca juga: Mentan akan isolasi daerah terjangkit virus Kolera Babi

Oleh karena tidak tercemar, ujar Mulyadi, diharapkan masyarakat tidak khawatir mengkonsumsi ikan.

Dia menjelaskan ikan yang ada di air tawar saja tidak terpapar virus kolera babi karena ikan-ikan tersebut tidak memakan bangkai babi.

Baca juga: 447 ternak babi mati akibat Kolera di Kabupaten Karo

"Seperti yang juga ditegaskan Menteri Kesehatan melalui Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, hog cholera hanya menular pada babi dan tidak menular kepada semuanya baik binatang lain dan manusia," katanya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya menyebutkan sudah meminta semua pihak terkait mengatasi masalah virus kolera babi itu hingga termasuk memberi sanksi tegas kepada pelaku pembuang bangkai babi ke sungai.

"Kasus virus hog cholera dan dampaknya harus diselesaikan," katanya.

Baca juga: Penjualan ikan di Danau Siombak menurun akibat bangkai babi
 

Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar