Ekspor produk pertanian lewat Karantina Pertanian Surabaya meningkat

id ekspor,pertanian,karantina pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan), Kepala Badan Karantina Pertanian (dua dari kana) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tiga dari kanan) melepas ekspor produk pertanian di Pelabuhan Tanjung Perak Jawa Timur, Senin (2/12/2019) (Dokumentasi Badan Karantina Pertanian)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Ali Jamil mengatakan kinerja ekspor produk pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan.

Melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa dia menyebutkan, dibandingkan tahun 2018 dan 2019 hingga 2 Desember 2019 adalah masing-masing indikator meningkat 8 persen, volume meningkat dari 18,6 persen.

Pada 2018, tambahnya, ekspor pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya hanya 16,3 juta ton kemudian menjadi 20,1 juta ton pada 2019.

Pada periode yang sama nilai ekonomi meningkat 100 persen dari Rp35,3 triliun menjadi Rp70,8 triliun.

"Dan yang akan terus menjadi fokus kerja kami, selaku otoritas karantina adalah memastikan produk pertanian yang akan diekspor telah terjamin kesehatan dan keamanannya," ujarnya.

Menjalankan peran sebagai alat perdagangan atau economic tools, Ali Jamil menyatakan Badan Karantina Pertanian mengambil langkah dengan layanan yang berorientasi mendorong akselerasi ekspor.

"Selain itu, juga mengemban peran sebagai pelindung sumber daya alam hayati Indonesia dengan melakukan pengawasan lalu lintas hewan, tumbuhan dan produknya diseluruh pintu pemasukan dan pengeluaran NKRI," katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (2/12) melepas ekspor komoditas pertanian ke tiga negara tujuan antara lain Brasil, Italia, dan Singapura.

Pelepasan Ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak ini sebanyak 110 ton senilai Rp2 miliar, terdiri dari pupuk organik 54 ton senilai Rp108,6 juta dengan negara tujuan Singapura.

Baca juga: Mentan Syahrul lepas ekspor pertanian Jatim senilai Rp805,79 miliar

Kemudian, bunga cengkeh 10 ton senilai Rp877,8 juta tujuan Brasil serta biji kopi robusta 46 ton senilai Rp1,02 miliar tujuan Italia.

Mentan SYL mengatakan dengan dilepasnya ratusan ton komoditas pertanian membuktikan bahwa ekspor merupakan ruang yang cukup bagus untuk memfasilitasi berbagai komoditas yang ada di Indonesia sehingga bisa dikenal dan dinikmati oleh negara luar.

"Ekspor ini merupakan gerakan yang sesuai dengan ajakan sekaligus instruksi Presiden Jokowi untuk menggiatkan ekspor dan investasi," katanya.

Mantan Gubernur Sulsel ini juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Gubernur Jatim berkomitmen mendorong seluruh eksportir bisa berakselerasi lebih tinggi lagi.

"Jatim memiliki segalanya. Saya bersama Ibu Gubernur berkomitmen mendorong seluruh eksportir kita bisa akselerasi lebihnya tinggi. Dan hari ini kita buktikan dengan melepas komoditas pertanian dengan nominal Rp800 miliar," katanya.

Yasin Limpo menegaskan dengan dilepasnya ekspor komoditas pertanian ini menjadi salah satu keyakinan bahwa kedepan ekspor bisa ditingkatkan lagi sampai 100 persen.

Dalam pelepasan ekspor tersebut, Mentan sekaligus menyerakan sertifikat ekspor dan dilakukan juga menandatanganan deklarasi ekspor pertanian Jawa Timur tiga kali lipat

Baca juga: Mentan lepas ekspor pakan ternak senilai Rp132 miliar ke Filipina
Baca juga: Kementerian Pertanian dorong ekspor buah Indonesia

Pewarta : Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar