BMKG: Hujan di Sumsel sudah merata

id Musim hujan sumsel, banjir sumsel, angin kencang palembang, angin kencang sumsel, staklim kenten, klimatologi kenten,Libur Natal, libur tahun baru

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten, Nandang Pangaribowo. (ANTARA/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebut curah hujan sudah merata terjadi di wilayah Sumatera Selatan sejak akhir November 2019 berdasarkan laporan dari perwakilan di 17 kabupaten/kota.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten, Nandang Pangaribowo, Kamis, mengatakan secara keseluruhan wilayah Sumsel sudah memasuki musim hujan pada dasarian II Desember 2019 dengan diiringi potensi angin kencang.

"Tetapi hujannya belum sporadis karena intensitas hujan masih ringan hingga sedang, namun kami mengimbau agar tetap waspada terutama jelang libur Natal dan tahun baru," ujar Nandang.

Menurut dia, pada periode akhir tahun patut diwaspadai angin kencang karena wilayah Sumsel sebagian besar bertopografi landai yang menyebabkan tekanan angin terpecah di permukaan, kecenderungannya terjadi di Kabupaten Banyuasin, Sebagian Musi Banyuasin, OKU Timur, dan Kota Palembang.

Baca juga: Masuk musim hujan, warga Sumsel diimbau waspada bencana banjir

Baca juga: Dinkes Sumsel sudah bagikan 350.000 masker antisipasi ISPA

Baca juga: Sumatera Selatan kembali diselimuti asap


Meningkatnya intensitas hujan juga berdampak pada banjir dan tanah longsor di wilayah perbukitan Sumsel bagian barat, ia mengimbau masyarakat mewaspadai wisata-wisata di lereng perbukitan yang kerap ramai pada musim liburan akhir tahun.

"Jalanan akan menjadi licin jika hujan berlangsung lama, kami imbau bagi yang ingin liburan agar cek lagi kendaraannya," kata Nandang.

Sedangkan masyarakat di sepanjang aliran sungai agar mempersiapkan diri seiring meningkatnya debit air sungai yang bisa meluap dan merendam pemukiman, terutama di daerah anak sungai Kota Palembang .

Selain angin dan hujan, tinggi gelombang laut juga perlu diwaspadai bagi masyarakat yang ingin berlibur via jalur laut, sebab curah hujan tinggi biasanya berbarengan dengan tinggi gelombang.*

Baca juga: BPBD Sumsel: 255.904 hektar lahan terbakar akibat karhutla

Baca juga: BMKG: Warga kota Pelambang agar tetap waspada asap pascahujan

Baca juga: Ribuan warga Sumsel kembali shalat minta hujan

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar