Jakpro optimis pembangunan JIS capai 15 persen hingga akhir 2019

id Jakarta International Stadium, Stadion BMW

Seorang anak menaiki sepeda melintasi papan penutup pengerjaan konstruksi Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Kamis (31/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) optimis dapat mencapai target pembangunan Jakarta International Stadium atau Stadion Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) sebesar 15 persen hingga akhir tahun ini.

"Sekarang saja sudah 13 persen lebih, deviasi positif lima persen," kata Project Manager Jakarta International Stadium (JIS) Arry Wibowo saat berkunjung ke Kantor Berita Antara, Senin.

Oleh karena itu, Arry yakin dapat memenuhi target 15 persen yang sejak awal tahun ditargetkan pada tahun pertama pengerjaan stadium yang digadang-gadang memiliki standar Federasi Sepak Bola Antar Bangsa (FIFA).

Saat ini secara fisik, proses pengerjaan konstruksi bangunan JIS dalam tahap pengecoran pile cap pondasi.

Baca juga: Tender proyek JIS dinilai janggal, Anggota DPRD minta diulang

"Secara bobot itu sudah besar," kata Arry.

JIS diperkirakan akan selesai pada pertengahan 2021 dan ditargetkan sebagai lokasi pertandingan final Piala Dunia U-20 karena Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Tidak hanya arena untuk bermain sepak bola saja yang dihadirkan dalam JIS, namun fasilitas lainnya akan menambah ramai suasana seperti galeri sepak bola, ruang rekreasi, bahkan sarana transportasi massal Light Rail Transit (LRT) turut dihadirkan di JIS.

Untuk diketahui pembangunan JIS dimulai sejak Maret 2019, dengan harapan dapat menjadi stadion pertama di Indonesia berstandar internasional serta ramah lingkungan.

Baca juga: Anies "kick off" pembangunan Jakarta International Stadium

Investasinya diketahui sekitar Rp5 triliun dan diberikan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sejak 2019.

Stadion itu diperuntukkan bagi kandang Persija Jakarta. 
 

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar