Yogyakarta (ANTARA) - Desainer Didiet Maulana mendorong kolaborasi antara dunia industri dan budaya sebagai usaha nyata untuk melestarikan budaya Nusantara sekaligus meningkatkan daya saing produksi.

"Keragaman budaya di Indonesia seharusnya menjadi peluang yang baik bagi dunia Industri," kata Didiet saat berbicara dalam sesi diskusi "Keunggulan Lokal dan Solusi Keunggulan Global" pada Konvensi Nasional Humas 2019 di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Didiet, keragaman budaya di Indonesia dapat menjadi aset yang menguntungkan bagi dunia industri apabila mampu mengelolanya.

"Mengolah budaya tidak hanya tugas budayawan saja tetapi juga kita-kita ini yang selalu menuliskan hastag (tanda pagar) Cinta Nusantara dan Cinta Budaya Indonesia," kata dia.

Baca juga: Didiet Maulana ungkap tantangan bikin seragam awak kabin

Ia mengatakan beragam budaya Nusantara dapat dikolaborasikan ke dalam berbagai jenis industri mulai dari kain tentun, fesyen, kuliner, arsitektur hingga film.

"Dalam industri film dapat dimasukkan kisah-kisah heroik 'pahlawan-pahlawan' budaya di Indonesia, kemudian bicara soal arsitektur bisa memasukkan nilai-nilai budaya dalam bangunan," kata dia.

Menurut Didiet, dalam bidang fesyen yang ia tekuni, selama ini telah membuat kain tenun sebagai warisan budaya khas Nusantara menjadi sebuah busana yang populer di kalangan anak muda.

"Bagaimana kain bisanya hanya untuk taplak meja bisa menjadi sesuatu yang keren," kata dia.

Baca juga: "Puspa Nusantara", seragam tematik awak kabin Garuda Indonesia

Di bawah merek IKAT Indonesia, sejumlah produk fesyen garapannya telah dipakai oleh banyak artis papan atas Indonesia mulai Dian Sastro, Andien, hingga Chicco Jerikho. Beragam produk bernilai budaya memang perlu dipopulerkan dengan menggandeng orang-orang yang memiliki pengaruh di kalangan anak muda.

"Sehingga anak muda tidak hanya memakainya untuk acara-acara formal saja. Kain yang biasanya hanya menjadi taplak meja bisa menjadi sesuatu yang keren," kata dia.

Ia berharap para pelaku industri tidak khawatir produknya tidak laku ketika mengangkat kekayaan budaya Nusantara karena saat ini merupakan era di mana mengangkat tema-tema budaya menjadi sesuatu yang dihargai.

"Sekarang banyak sekali apresiasi diberikan ketika kita mau mengangkat budaya. Merek-merek lokal juga menjadi naik daun," kata dia.

Baca juga: Didiet Maulana kawinkan tenun dengan Mickey Mouse
 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2019