Sumut alokasikan Rp5 miliar untuk tangani kolera babi

id kolera babi sumut,hog cholera babi

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberikan keterangan tentang ternak babi mati akibat virus hog cholera. (ANTARA/Munawar)

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menganggarkan dana sebesar Rp5miliar untuk penanganan ternak babi yang mati di daerah Sumut akibat virus hog cholera atau kolera babi.

"Kita akan menggunakan bantuan dana tersebut untuk kepentingan patroli ternak, mendirikan pos-pos penutup jalan ke luar dan masuknya ternak babi milik warga," kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, usai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Toba 2019 dalam rangka pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Sumatera Utara, di Lapangan Benteng Medan, Kamis.

Selain itu, Pemprov juga menyiapkan dana untuk sejumlah personel yang ikut membantu warga masyarakat menguburkan ternak babi yang mati, dan juga pemusnahan hewan tersebut," ujar Edy.

Hingga saat ini virus hog cholera masih menyerang ternak babi tersebut. Belum ada laporan bahwa virus tersebut menyerang binatang lain maupun pada manusia.

"Pemprov Sumut hingga kini masih memblokir penyebaran virus hog cholera itu dengan menggunakan vaksin, dan juga akan mengatasi wabah yang berbahaya bagi ternak babi," kata mantan Pangkostrad itu.

Baca juga: Balai Veteriner: Babi di Sumut kemungkinan akan habis

Baca juga: Sudah 27.070 babi mati di Sumut akibat Hog Cholera

Baca juga: Tercatat, 22.985 ekor babi mati di Sumut akibat "hog cholera"


Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Utara mencatat hingga Jumat sebanyak 27.070 ekor babi di Sumut mati akibat virus hog cholera atau kolera babi.

Kepala Balai Veteriner Medan, Agustia, mengatakan bahwa kematian ternak babi ini sangat cepat yaitu yang terlapor rata-rata 1.000 hingga 2.000 ekor per hari.

Balai Veteriner Medan sudah menyatakan babi yang mati terindikasi African Swine Fever (ASF), namun Menteri Pertanian hingga saat ini belum menyatakannya (declare).

Virus hog cholera sudah pernah dinyatakan eksis, tak lama setelah kematian ribuan babi di Sumut terjadi pada kurun tahun 1993 - 1995. Saat itu, kasusnya juga bermula dari Dairi.

"Berdasarkan ilmu pengetahuan, ini (babi) kemungkinan akan habis semua. Karena pada kasus ini hog cholera ada, penyakit bakterial ada, ASF juga terindikasi," katanya.

Angka 27.070 babi yang mati tersebut menyebar di 16 Kabupaten yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Siantar dan Langkat.*

Baca juga: Virus Hog Cholera sudah menyebar di 16 Kabupaten Kota di Sumut

Baca juga: Dinas Perikanan pastikan ikan di Sumut tidak terkena virus kolera babi

Baca juga: Gubernur Sumut minta pembuang bangkai babi dihukum agar ada efek jera

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar