LL Dikti Wilayah X rencanakan layanan percepatan guru besar di 2020

id LL Dikti wilayah X,percepatan guru besar

Sekretaris LL Dikti Wilayah X Yandri (kanan). ANTARA/HO Humas LL Dikti Wilayah X/am.

Padang (ANTARA) -
Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LL Dikti) Wilayah X merencanakan layanan pendampingan percepatan guru besar bagi para dosen di perguruan tinggi swasta (PTS) pada 2020.
 
Sekretaris LL Dikti Wilayah X Yandri saat dihubungi dari Padang, Sabtu mengatakan sebelumnya sudah dilakukan bimbingan teknis (bimtek) yang menghadirkan pembicara dari Jakarta untuk membahas tentang pendampingan percepatan guru besar di 2020.
 
"Hasil Bimtek tersebut masih berupa gambaran besar yakni tentang tata cara pengusulan layanan percepatan guru besar dan pembahasan poin penilaian supaya usulan tersebut tidak ditolak oleh pusat," ujar dia.
Jika sekiranya usulan tersebut diterima di pusat maka LL Dikti Wilayah X lebih mengutamakan tentang kursus bahasa asing untuk dosen dan bimbingan tentang penelitian dosen.
 
Tidak hanya itu, LL Dikti Wilayah X juga akan mengupayakan layanan pendampingan untuk meningkatkan akreditasi PTS yakni berupa layanan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), kata dia.
 
Sebelumnya, Kepala LL Dikti Wilayah X Prof Herri mengatakan saat ini jumlah dosen yang sudah berkualifikasi doktor masih sekitar 609 dosen dari sekitar 9.383 dosen Yang ada di PTS.
 
Menurutnya minimnya jumlah dosen yang bergelar doktor juga dapat menyebabkan akreditasi di PTS menjadi rendah.
 
Ia juga menyebutkan ada dua persoalan yang menyebabkan sedikitnya jumlah doktor di PTS yakni pertama, program doktor di empat provinsi tersebut terbatas, dan itu pun hanya ada di Unand Padang yang memiliki beberapa program doktor.
 
"Permasalahannya jika dosen melanjutkan kuliah ke luar daerah, jumlah dosen yang mengajar di kampus malah berkurang," sambung dia.
 
Kedua masalah finansial, karena biaya untuk melanjutkan studi tidak sedikit. Jika persoalan tersebut tidak ditanggapi dengan cepat, maka akan memperlambat perkembangan PTS itu sendiri.
 

Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar