Selebritas Indonesia yang tutup usia di tahun 2019

id Kilas balik,kaleidoskop,cecep reza,djaduk ferianto,agung hercules,arswendo atmowiloto,Robby sugara,mus mulyadi

Keluarga dan kerabat menghadiri prosesi pemakaman artis Torro Margens di TPU Ciandam, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1/2019). Torro Margens meninggal dunia, Jumat (4/1) sekira pukul 00.45 WIB akibat sakit. ANTARA FOTO/Agus Rustiawandi

Jakarta (ANTARA) - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Indonesia pada tahun 2019 setelah sejumlah selebritas berpulang untuk selamanya.

Kepergian sejumlah selebritas tersebut meninggalkan duka tak hanya bagi keluarga, dan sahabat dekat, namun juga para penggemarnya.

Berikut rangkuman selebritas Indonesia yang tutup usia di tahun 2019, diambil dari berbagai sumber.

Torro Margens
Almarhum Torro Margens (Foto Antara/dok)


Aktor senior Torro Margens meninggal dunia pada hari Jumat (4/1) dini hari. Kabar mengenai kepergian aktor yang dikenal melalui peran antagonisnya ini diketahui dari unggahan sang anak, Toma Margens, pada akun Instagram @tomamargens.

Torro Margens dimakamkan di TPU Ciandam, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Torro Margens meninggal dunia pada usia 68 tahun. Selama berkarir di dunia seni peran, aktor kelahiran Pemalang ini dikenal dengan perannya sebagai karakter antagonis.

Bahkan hingga tahun 2018 lalu, Torro Margens masih terlibat dalam film berjudul "Love For Sale" yang juga dibintangi oleh Gading Marten.

Dia juga pernah menjadi pembawa acara salah satu program misteri yang membuat namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Baca juga: Film terakhir Torro Margens dan Shapira Indah

Baca juga: Tak hanya spesialis antagonis, Torro Margens juga aktif jadi sutradara


Robby Tumewu
Robby Tumewu (kanan) dan Becky Tumewu pada 2013. (instagram/becktum)


Selanjutnya, ada nama aktor Robby Tumewu yang meninggal pada usia 65 tahun, pada Senin (14/1) pukul 00.05 WIB

Sejumlah kerabat dekat seperti Becky Tumewu dan Harry de Fretes ikut mengabarkan mengenai kepergian pria yang dikenal lewat perannya di "Lenong Rumpi" tersebut.

Robby yang juga dikenal sebagai perancang lahir di Bandung pada 4 Desember 1953.

Dia pernah membintangi sederet sinetron dan film layar lebar seperti "Ca Bau Kan", "Gie" dan "3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta".

Baca juga: Debby Sahertian mengenang sosok Robby Tumewu

Baca juga: Harry de Fretes bantu proses kremasi Robby Tumewu

Saphira Indah



Aktris pemeran tokoh Uni di film "Eiffel I'm in Love", Saphira Indah (32) tutup usia pada Rabu (30/1) lalu.

Kabar duka itu turut disampaikan oleh Shandy Aulia yang merupakan tokoh utama wanita di film tersebut lewat akun Instagramnya.

Saphira juga tercatat pernah main di sejumlah film seperti "Virgin 3: Satu Malam Mengubah Segalanya" (2011), "Poconggg Juga Pocong" (2011), "Rumah Kosong" (2014) dan "Villa 603" (2015).

Dia juga membintangi sinetron di antaranya adalah "Aku Ingin Hidup" (2004), "Tendangan Si Madun" (2012), "Ganteng Ganteng Serigala" (2015) dan "Sinema Pintu Taubat" (2016).

Baca juga: Pemain "Eiffel I'm in Love" Saphira Indah meninggal dunia

Baca juga: "Uka-Uka The Movie", humor di tengah ketakutan


Nana Krip



Komedian senior Nana Krip meninggal pada hari Rabu (20/2) lalu. Nana yang merupakan anggota grup lawak Sersan Prambors itu menghembuskan napas terakhirnya di RS Islam, Jakarta.

Nana diketahui meninggal setelah beberapa hari menjadi perawatan di RS Islam. Kabarnya, almarhum mengalami komplikasi terutama di paru-paru. Nana dimakamkan di TPU Kemiri Rawamangun, Jakarta.

Baca juga: Komedian Nana Krip meninggal dunia

Mus Mulyadi
Penyanyi Mus Mulyadi (ANTARA/Teresia May)


Musisi Mus Mulyadi tutup usia pada (11/4) lalu . Meninggalnya penyanyi yang dijuluki "Buaya Keroncong" itu disampaikan oleh putranya, Erick Renanda melalui akun Instagramnya.

Kakak dari Mus Mujiono itu lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 14 Agustus 1945. Sejumlah lagunya yang menjadi hit di antaranya adalah "Kota Solo", "Dinda Bestari", "Telomoyo", dan "Jembatan Merah".

Suami penyanyi Helen Sparingga itu meninggalkan dua orang anak Irene Patricia Mus Mulyadi dan Erick Renanda Mus Mulyadi.

Baca juga: Musisi Mus Mulyadi sang legenda keroncong tutup usia
Robby Sugara



Aktor senior Robert Isaac Kaihena Sugara atau yang dikenal dengan Robby Sugara tutup usia karena sakit jantung di Jakarta, Kamis (13/6) dini hari.

Menurut Ferdinan, menantu Robby Sugara, jenazah aktor yang lahir pada 20 Juli 1950 itu, saat ini disemayamkan di rumah duka RS UKI, Jakarta Timur.

Robby aktif berkarir di dunia perfilman Indonesia sejak periode 1970-an. Film-film yang dibintanginya di antaranya "Wajah Tiga Perempuan", "Ratapan Anak Tiri II", "Ke Ujung Dunia" pada era 70-an dan 80-an hingga "Garuda Superhero" (2015), "Terjebak Nostalgia" (2016), "3 Dara 2" dan film terbaru "Jangan Sendirian".

Baca juga: Sakit jantung, aktor senior Robby Sugara meninggal dunia

Arswendo Atmowiloto



Sastrawan Arswendo Atmowiloto meninggal dunia pada Jumat (19/7) lalu, setelah beberapa waktu belakangan berjuang melawan kanker prostat.

Arswendo Atmowiloto lahir di Solo, pada tanggal 26 November 1948. Semasa hidup ia dikenal sebagai sastrawan dan wartawan di berbagai majalah dan koran.

Nama Arswendo semakin dikenal luas setelah mendirikan PH dan memproduksi sinetron populer "Keluarga Cemara" hingga "Satu Kakak Tujuh Keponakan".

Baca juga: Putri Arswendo Atmowiloto wakili ayah terima penghargaan FFI 2019

Baca juga: Malam terakhir di rumah Arswendo Atmowiloto

Agung Hercules



Awal Agustus, tepatnya pada Kamis (1/8), publik dikejutkan dengan meninggalnya Agung Hercules di RS Dharmais, Jakarta.

Pria yang dikenal dengan tubuh berototnya itu tutup usia setelah berjuang melawan kanker otak.

Agung Hercules yang melejit lewat lagu berjudul "Astuti" pada 2011 itu awalnya memulai kariernya sebagai atlet binaraga. Bahkan lewat olahraga tersebut ia berhasil meraih peringkat 6 dalam ajang pra PON 1998.

Setelah itu, Agung mulai menekuni dunia tarik suara. Ia merekam sendiri delapan lagu ciptaannya, termasuk "Astuti" yang merupakan kependekan dari "Asli Tukang Tipu".

Baca juga: Barbel serta taburan bunga di atas Makam Agung Hercules

Baca juga: Anak Agung Hercules sebut ayahnya sosok humoris


Djaduk Ferianto
https://img.antaranews.com/cache/730x487/2019/06/16/9A521818-536E-4D35-9FA2-2B98C3256977.jpeg


Seniman Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu (13/11) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Djaduk dimakamkan di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Djaduk Ferianto yang lahir pada tahun 1964 dikenal sebagai anak dari seniman besar Bagong Kussudiharjo.

Sosok Djaduk dikenal sebagai musikus dan merupakan pemimpin grup musik Kua Etnika dan Orkes Keroncong Sinten Remen.

Djaduk juga diketahui merupakan salah satu penggagas pagelaran musik Ngayogjazz yang tahun ini akan diselenggarakan pada 16 November 2019.

Baca juga: Djaduk Ferianto meninggal dunia, Mus Mujiono: Saya kaget sekali

Baca juga: Butet: Djaduk Ferianto seniman pekerja keras

Cecep Reza
Suasana pemakaman Cecep Reza di TPU Penggilingan, Jakarta, Rabu (20/11/2019). (ANTARA/Yogi Rachman)


Mantan aktor cilik pemeran karakter Bom-Bom dalam serial televisi "Bidadari", Mochamad Syariful Zanna alias Cecep Reza meninggal dunia pada Selasa (19/11).

Jenazah Cecep Reza "Bombom" dimakamkan di TPU Penggilingan, Jakarta Timur, pada Rabu (20/11) pagi.

Tampak kerabat dan keluarga mengiringi Cecep Reza menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.

Suasana haru terasa ketika jenazah diturunkan ke liang lahat. Bahkan istri Cecep Reza, Reitha Nanda tak bisa menahan air matanya.

Baca juga: Sahabat ungkap perjuangan Cecep Reza berhenti merokok

Baca juga: Sebelum meninggal, Cecep "Bombom" Reza ingin berobat ke Dokter Terawan

Baca juga: Kronologi meninggalnya Cecep "Bombom" Reza menurut keluarga

Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar