Dokter spesialis mata belum ada di RSUD Regional Sulawesi Barat

id RSUD Regional Sulbar,dr Indahwati Nursyamsi,dokter spesialis mata,belum ada,BLUD

Dokter spesialis mata belum ada di RSUD Regional Sulawesi Barat

Direktur Rumah sakit Sulbar, dr Indahwati Nursyamsi, M.Kes. (FOTO ANTARA/M Faisal Hanapi)

Mamuju, Sulbar (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Provinsi Sulawesi Barat hingga kini belum memiliki dokter spesialis mata untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Hingga kini RSUD Regional di Provinsi Sulawesi Barat belum memiliki dokter spesialis mata untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga akan disiapkan," kata Direktur RSUD Regional Provinsi Sulbar dr Indahwati Nursyamsi, M.Kes di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan RSUD Regional Sulbar akan segera mengontrak dokter spesialis mata rumah di sakit terbesar di Sulbar itu agar bisa memberikan pelayanan untuk menangani kasus penyakit mata.

"Tahun 2020 akan dibenahi setiap masalah satu demi satu di RSUD Regional Sulbar, termasuk pemenuhan tenaga medis dokter spesialis untuk pelayanan pasien," katanya.

Menurut dia, walaupun masih banyak kendala, tetap akan dilakukan pembenahan termasuk juga pemenuhan keterkesediaan obat di rumah sakit ini.

"Pengadaan obat dengan sistem tender yang membutuhkan proses yang lama, menjadi kendala, karena di kala obat telah habis, kemudian obat yang dibutuhkan pasien belum terbeli serta dana pembelian obat-obatan dengan ukuran yang pas membuat perencanaan pelayanan yang pasien menjadi tidak maksimal," katanya.

Oleh karena itu, RSUD Regional Sulbar akan disiapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan demikian ketika obat tidak tersedia, maka lansung dapat dilakukan pembelian meskipun tidak melalui tender.

"Dengan sisem BLUD semua masalah akan ada jalan keluarnya dan di tahun 2020 kami akan menggunakan sistem BLUD," katanya.

Sehingga dengan maksimalnya pelayanan maka masyarakat Sulbar akan semakin tinggi animonya berobat dan akan membuat RSUD Regional Sulbar semakin maju dan berkembang, demikian Indahwati Nursyamsi .

Baca juga: BATAN teliti radiasi nuklir di RSUD Sulawesi Barat

Baca juga: 17 dokter spesialis RSUD Sulbar mengundurkan diri

Baca juga: Gubernur Sulbar Tegur Dirut RSUD Terkait Pengadaan Alat Kesehatan

Baca juga: 40 dokter spesialis mata pelatihan teknik operasi "phacoemulsifikasi"

Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar