Dubes AS nyatakan tidak melakukan peramalan cuaca di Indonesia

id Dubes AS,Joseph R. Donovan,Cuaca Ekstrim,Banjir Jakarta,Kedubes AS,Anies Baswedan

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. memberikan sambutan dalam perayaan "70 Years and Beyond" Celebrating Diversity, Partnership, and Prosperity Event di Kedutan Besar Amerika, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Kegiatan tersebut untuk memperingati kerja sama bilateral antara Amerika Serikat dengan Indonesia. ANTARA FOTO/Abyassa/gp/ama.

Jakarta (ANTARA) - Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr menyatakan pihaknya tidak melakukan aktivitas peramalan cuaca di Indonesia sekaligus mengklarifikasi viralnya pengumuman peringatan atas cuaca ekstrim Jakarta yang dikeluarkan kedutaan beberapa hari lalu.

"Dengan gubernur, kami berbincang mengenai cuaca dan kesalahan penerjemahan pengumuman dari Kedubes AS yang keluar beberapa hari lalu. Saya ingin memastikan pada anda semua bahwa kedutaan Amerika tidak berurusan dalam prediksi cuaca di Indonesia dan di Jakarta, terimakasih," kata Joseph usai bertemu Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Apa yang disampaikan duta besar AS itu, memperkuat pernyataan kedutaan dalam akun sosial media Twitter nya @usembassyjkt, yang menyebutkan terdapat disinformasi oleh beberapa masyarakat Indonesia dalam pengartian pengumuman yang ditulis dengan bahasa Inggris.

"Admin @usembassyjkt dibanjiri pertanyaan tentang peringatan cuaca untuk warga negara AS di Indonesia. Nah, kata 'through' dan 'on' itu artinya berbeda loh! Seperti 'sampai tanggal' dan 'pada'. Yuk, belajar #BahasaInggris dengan #MissUnderstanding! Hati-hati ya di musim hujan ini," tulis @usembassyjkt.

Anies yang mendampingi Joseph saat bertemu wartawan, mengungkapkan bahwa apa yang dikatakan oleh kedutaan mengenai cuaca, juga sudah diungkapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Viral soal imbauan Kedubes AS, Anies: BMKG keluarkan yang sama

Baca juga: Bersiap, hujan guyur Jakarta hari ini

Baca juga: Warga Jabodetabek diimbau waspadai cuaca ekstrem


"Kebetulan kemarin ada pengumuman yang disalah mengertikan. Karena menulisnya beda antara kata through dan on. Seperti saya jawab kemarin kan. Kemarin saya sampaikan kepada kalian, prediksi itu sudah dituliskan oleh BMKG," kata Anies di samping Joseph.

Adapun pertemuan Anies dan Joseph kali ini, kata Anies, adalah perpisahan setelah sang duta besar bertugas bertugas selama tiga tahun di Jakarta.

"Pertemuan kami ini telah diatur tiga minggu yang lalu, karena beliau akan kembali ke Amerika sehingga siang hari ini, istilahnya farewell atau pertemuan perpisahan. Jadi kami ngobrol dan saya perlu sampaikan di sini, terima kasih kepada Pak Joseph yang sudah selama di Indonesia tiga tahun ini menjadi jembatan persahabatan," ucap Anies.

Menurut Anies, selama bertugas di Indonesia, Joseph telah menjadi jembatan persahabatan Indonesia dan AS di mana Joseph sangat fokus pada pertukaran kebudayaan, pendidikan serta program-program yang menyangkut masyarakat.

"Saya tadi menyampaikan kepada beliau komitmen beliau itu luar biasa. Tidak hanya itu, Ibu Dubes itu sangat aktif. Rumah beliau selalu dibuka kepada anak-anak yang mengikuti program pertukaran. Saya sering diundang bicara kepada anak-anak di sana. Tiga tahun rasanya cepat sekali, tahu-tahu sudah akan pulang dan kita akan jaga hubungan sehingga bisa komunikasi," ucap Anies.

Sebelumnya, Kedubes AS mengimbau warganya yang berada di Jakarta untuk selalu memperhatikan info prakiraan cuaca. Ada beberapa antisipasi yang perlu mereka lakukan.

"Prakiraan cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan mengalami curah hujan yang luar biasa hingga 12 Januari 2020. Antisipasi badai dan angin kencang dengan kemungkinan banjir, tanah longsor, pemadaman listrik dan kondisi perjalanan yang sulit di seluruh wilayah Jakarta," ujar Kedubes AS melalui laman resminya.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar