Wawako Payakumbuh usulkan rendang jadi cadangan makanan saat bencana

id rendang

Wawako Payakumbuh usulkan rendang jadi cadangan makanan saat bencana

Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunas. (Foto : Antara/Ikhwan Wahyudi).

Padang, (ANTARA) - Wakil Wali Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Erwin Yunas mengusulkan rendang sebagai cadangan makanan saat bencana karena jauh lebih bergizi dan tahan lama.

"Selama ini kalau ada bencana alam masyarakat diberi bantuan makanan dalam bentuk rendang juga tapi dalam bentuk mie instan, kalau rendang asli akan lebih baik," kata dia di Padang, Kamis saat berdiskusi dengan jajaran redaksi Antara Sumbar.

Ia menyampaikan dengan pengemasan yang baik rendang bisa tahan hingga satu tahun sehingga tidak perlu khawatir kedaluwarsa.

Baca juga: Rendang, Batik curi perhatian di bazar amal Warsawa

"Selain itu gizinya lebih baik dan rasanya juga enak apalagi sudah diakui sebagai salah satu makanan terenak di dunia oleh CNN," ujarnya.

Apalagi rendang juga sudah mendapatkan tempat di lidah masyarakat Indonesia.

Menurutnya dengan proses memasak yang tepat dan pengemasan yang baik rendang akan bisa tahan hingga dua tahun baik dikemas dalam kaleng maupun kemasan khusus makanan.

Jika rendang menjadi cadangan makanan juga akan menghidupkan usaha kecil menengah yang bergerak di bidang kuliner.

Baca juga: Adu hebat masak rendang di TMII diikuti 27 provinsi se-Indonesia

Salah satu upaya untuk menumbuhkan UKM bukan dengan menyediakan peralatan tapi menciptakan pasar dan permintaan , ujarnya.

Ia menilai jika ide ini diakomodasi oleh BNPB maka ekonomi masyarakat akan lebih berkembang dan makanan yang tersedia untuk cadangan bencana jauh lebih baik.

Ia menyampaikan saat ini Payakumbuh melalui kampung rendang yang merupakan sentra industri rendang telah mampu menghasilkan dua ton rendang per hari.

Sentra rendang yang ada di Payakumbuh juga menjadi proyek percontohan nasional untuk pengembangan UKM di Tanah Air, kata dia.

Baca juga: 10 daerah di Sumatera Barat adu hebat memasak rendang

 

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar