Cuaca buruk pengaruhi penerbangan di Bandara Sam Ratulangi

id bandara sam ratulangi

Cuaca buruk pengaruhi penerbangan di Bandara Sam Ratulangi

Sejumlah penumpang di Bandara Samrat menunggu waktu penerbangan. (Nancy Lynda Tigauw)

Manado (ANTARA) - Cuaca buruk akibat hujan lebat disertai petir dan angin mempengaruhi penerbangan dari dan menuju Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

"Karena cuaca yang buruk ini, ada beberapa penerbangan menuju Manado yang dialihkan ke bandara lain," kata General Manager Bandara Samrat Manado Minggus Gandeguai di Manado, Senin.

Minggus mengatakan hal ini harus dilakukan karena dengan alasan untuk keselamatan penumpang," katanya.

Saat ini ada sekitar 68 penerbangan baik yang datang maupun berangkat dari Bandara Samrat, namun belum ada yang dinyatakan untuk dibatalkan akibat cuaca buruk.

"Hanya saja beberapa penerbangan yang akan menuju ke Manado masih dialihkan ke bandara lain (divert), karena untuk mendarat masih belum memungkinkan," katanya.

Data dari Bandara Samrat, penerbangan yang dialihkan yakni Batik Air ID 6270 CGK-MDC ETA : 13.48 Divert : Ambon, Lion Air JT 778 UPG-MDC ETA : 14.35, Divert : Gorontalo, Wings Air IW 1179 KAZ-MDC ETA : 14.09 Divert : Gorontalo, Lion Air JT 736 SUB-MDC ETA : 14.47 Divert : Gorontalo, Lion Air JT 942 BPN-MDC ETA : 15.17 Divert : Ambon, Garuda Indonesia GA 600 CGK-MDC ETA : 15.2 Divert : Makassar, Garuda Indonesia GA 7402 DVO-MDC ETA : 14.49 Divert : Ternate, Lion Air JT 776 DPS-MDC ETA : 15.35 Divert : Makassar.

Beberapa hari terakhir ini Sulut mengalami curah hujan yang tinggi, sesuai dengan data BMKG melalui websitenya, yakni beberapa kota dan kabupaten di Sulut waspada potensi hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang di wilayah Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Utara, Minahasa, Minahsa Selatan, MInahasa Tenggara, Bolaang Mongondow dan Sitaro.

Baca juga: Pembangunan Bandara Sam Ratulangi rampung akhir 2020
Baca juga: Bandara Sam Ratulangi perketat pemeriksaan wisman cegah virus Corona

 

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar