VITO gencar promosi pariwisata Indonesia di Prancis

id Perancis

Wisatawan dari Prancis, Italia, Singapura dan Malaysia menikmati segelas kopi arabika dan robusta pada Festival Kopi Banda Aceh 2019 di lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Aceh, Jumat (18/10/2019). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/ama.

London (ANTARA) - Kantor promosi pariwisata VITO Prancis bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Marseille dalam upaya meningkatkan wisatawan Prancis ke Indonesia, melakukan berbagai kegiatan promosi di bulan Februari, di antaranya Roadshow Indonesia.

Kepala kantor promosi pariwisata Indonesia di Paris VITO Perancis, Eka Moncarré kepada Antara London, Rabu mengatakan road show digelar bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis,

Selain roadshow juga diadakan workshop tourism, business-to-business di empat kota Prancis yaitu Toulouse, Bordeaux, Paris dan Lille mulai dari tanggal 24 hingga 27 Februari mendatang.

Baca juga: Indonesia promosi tradisi spa di Paris

Dikatakannya Vito mengandeng berbagai sektor seperti perusahaan penerbangan, hotel, Travel partners dan dari perusahaan Cruise dalam melakukan promosi di Perancis.

Workshop Indonesia 2020 adalah keempat yang diadakan VITO Prancis, bertujuan menciptakan networking antara pelaku wisata Indonesia dan travel agent di Prancis.

Kegiatan ini merupakan inisiatif untuk memberikan informasi terbaru berkaitan dengan perkembangan pariwisata di Indonesia dengan lima top prioritas destinasi , produk baru dan terutama mendatangkan bisnis ke Indonesia.

"Diharapkan lewat acara workshop, travel biro dan agent di Prancis mengenal Indonesia lebih jauh dan menjual paket-paket wisata di seluruh Indonesia selain Bali. Terutama dalam situasi virus Corona saat ini, penting untuk Indonesia meyakinkan partner-partner travel agent bahwa Indonesia tetap aman dan mereka bisa menjual paket-paket wisata ke Indonesia tanpa masalah," ujar Eka Moncarré.

Kegiatan promosi lainnya Indonesia diundangnya sebagai tamu kehormatan di acara Journée porte ouverte pada hari Sabtu (29/2) di akademi pariwisata L’Ecole Hôtelière Saint-Quentin-En-Yvelines.

Baca juga: Indonesia-Prancis perkuat kerja sama riset dan inovasi

Akademi pariwisata ini akan menyelenggarakan journée porte ouverte untuk mengundang publik, orangtua murid dan pelajar yang akan hadir sekitar 1500-2000 orang. Identik sebagai tempat untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman dan waktu untuk beramah-tamah, journée porte ouverte atau open day ini adalah peluang besar bagi Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, menginformasikan tujuan turistiknya kepada masyarakat umum dan siswa-siswa yang terlibat.

KBRI dan VITO Prancis bekerjasama memberikan dukungan animasi acara dan logistik. Program acara ini berlangsung selama sehari. Duta Besar Indonesia di Perancis, Arrmanatha Nasir, membuka acara

disambung sambutan dari DEMARLE Direktur L’Ecole Hôtelière Saint-Quentin-En-Yvelines , rangkaian acara ini diisi dengan hiburan tarian Indonesia, presentasi tentang Indonesia, degustasi makanan Indonesia , workshop massage Bali oleh Mamabali SPA, serta promosi paket tur oleh Garuda Holiday France.

Selain itu pelajar dari akademi Pariwisata Ecole Hoteliere Saint Quentin en Yvelinnes akan membuat tujuh stand dengan thema dan dekorasi Indonesia dan dinamakan tujuh pulau di Indonesia, tiga stand terbaik akan diberikan hadiah goodies bag Wonderful Indonesia.

Seluruh acara dilakukan untuk mempromosikan Indonesia ke public Perancis. Dengan adanya epidemic virus Corona justru menjadi tantangan untuk VITO Prancis berkolaborasi bersama dengan KBRI Paris dan KJRI Marseille untuk mempromosikan kepada publik, menginformasikan tentang keindahan alam Indonesia dan meyakinkan masyarakat untuk tetap mengunjungi Indonesia. Diharapkan rangkaian kegiatan marketing selama bulan Februari ini akan meningkatkan kedatangan wisman ke Indonesia tahun ini.

Ecole d’Hôtelière Saint-Quentin-En-Yvelines dibuka tahun 1981, sekolah perhotelan - restorasi dan pariwisata menerima pelajar dari tahun 1993. Setelah renovasi yang memakan lima tahun, sekolah penyandang nama École Hôtelière de Saint-Quentin-En-Yvelines (EHTSQY) ini setiap tahun menjadi tempat belajar 1.400 peserta didik.


Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar