Bahaya narkoba diingatkan kepada pelajar di perbatasan RI-PNG

id Satgas Pamtas,RI-PNG,bahaya narkoba,penyuluhan,sosialisasi,SMAN I Arso,Kabupaten Keerom,Papua

Prajurit TNI Satgaspam RI-PNG dari Yonif 713/Satya Tama memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalagunaan narkoba siswa SMA Negeri 1 perbatasan RI-PNG, Kamis (27/2/2020). (FOTO ANTARA/HO-Pendam XVII/Cenderawasih)

Jayapura (ANTARA) - Prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-Papua Nugini (PNG) Yonif 713/Satya Tama mengingatkan kepada siswa SMA Negeri 1  Arso, di wilayah perbatasan RI-PNG untuk mewaspadai ancaman bahaya dari penyalagunaan narkoba yang saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Mudahnya mendapat narkoba membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencoba zat berbahaya ini. Karena itu, kita harus hindari karena dapat mengancam masa depan siswa," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel (Cpl) Eko Daryanto di Jayapura, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa pesan itu disampaikan Serda Elia -- anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/Satya Tama -- saat memberikan ceramah dan penyuluhan bahaya narkoba kepada siswa SMA Negeri 1 Arso di perbatasan RI-PNG, Kamis (27/2).

Menyikapi bahaya yang ditimbulkan dari narkoba tersebut, anggota Pos Kout KM 31 Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/Satya Tama, Elia beserta 4 orang anggota diundang oleh Kepala Sekolah SMA Negeri Arso 1 untuk menjadi narasumber.

Penyuluhan itu diikuti sebanyak 45 siswa dan siswi SMA Negeri Arso 1 bertempat di Jalan Kampung Swakarsa, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Serda Elia menyampaikan penyuluhan tentang bahaya narkoba di antaranya berbentuk narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.

"Jenis-jenis narkoba itu sangat berbahaya bagi generasi muda bangsa. Apabila tidak dilawan maka narkoba mengancam generasi muda Indonesia, dan jika tidak diantisipasi maka akan merusak pewaris generasi penerus bangsa," katanya.

Ia menjelaskan kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kedisiplinan supaya para siswa bisa menjauhi obat-obatan terlarang tersebut dikarenakan dapat merusak diri sendiri, lingkungan dan keluarga sendiri.

Menurut dia prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/Satya Tama sebelum berangkat untuk menjalankan tugas di perbatasan juga mendapat materi dari instansi terkait yang menyangkut tentang bahaya narkoba.

"Supaya ilmu yang didapat bisa ditularkan di tempat tugas seperti ini, karena bahaya narkoba itu mengkhawatirkan untuk generasi sekarang ini. Belajarlah dengan baik sehingga apa yang menjadi cita-cita dan harapan dapat terwujud," katanya.

Kegiatan pemberian ilmu dan penyuluhan bahaya narkoba sangat antusias diikuti siswa/siswi SMA Negeri Arso 1 Kabupatern Keerom untuk mendengarkan dan berani bertanya langsung kepada narasumber.

Dalam pelaksanaan penyuluhan bahaya narkoba juga dihadiri langsung Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Arso (Wakasek) Siti Muthmainah beserta guru-guru yang lainnya.

Baca juga: Pelajar di perbatasan RI-PNG mendapat bantuan buku tulis prajurit TNI

Baca juga: Satgas Pamtas RI-PNG berikan pelayanan kesehatan di Kampung Okyako

Baca juga: TNI latih pelajar SD perbatasan Papua tata cara upacara

Baca juga: Warga perbatasan Papua serahkan puluhan amunisi kepada TNI

Pewarta : Muhsidin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar