Mentan lakukan "teleconference" saat "grand launching" Museum Tanah

id Museum Tanah dan Pertanian,Pertanian modern,Teleconference

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat peresmian "Open Virtual Literacy Room" serta "grand launching" Museum Tanah dan Pertanian, di Kota Bogor, Selasa (3/3/2020). (Antara/Riza Harahap)

Bogor (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sempat melakukan pembicaraan jarak jauh atau "teleconference" dengan pegawai Dinas Pertanian Kota Bogor dan Pegawai Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan pada saat meresmikan Open Virtual Literacy Room serta "grand launching" Museum Tanah dan Pertanian, di Kota Bogor, Selasa.

Pada kegiatan peresmian tersebut, Menteri Pertanian didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momom Rusmono dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Baca juga: Mentan ajak perguruan tinggi bersinergi bangun pertanian modern

Syahrul Yasin Limpo yang mencoba fasilitas "teleconference" di Open Virtual Literacy Room, Museum Tanah dan Pertanian Kota Bogor, kemudian memilih berbicara jarak jauh dengan pegawai Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Bogor yang berada di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Pada pembicaraan jarak jauh tersebut, Syahrul bertanya soal bertanam padi menggunakan varietas apa? di mana memperoleh benihnya?, dan bagaimana mendapatkan pupuk?

Pertanyaan Menteri pertanian itu, dijawab para pegawai Dinas Pertanian dengan, menanam varietas padi unggul, benihnya cukup dan diperoleh dengan mudah, tapi pupuk cukup kesulitan memperolehnya.

Baca juga: Mentan lepas ekspor perdana larva kering ke Inggris

Kepada para pegawai Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul juga melontarkan pertanyaan yang sama, soal varietas padi, benih, dan pupuk.

Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Menteri Pertanian mengatakan, bahwa Museum Tanah dan Pertanian ini menjadi simbol pertanian di masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.

"Karena dalam museum ini ada koleksi gambar, perakatan, dan dokumen dari pertanian masa lalu dan masa kini, serta diresmikannya Open Virtual Literacy Room yang menggambarkan pertanian di masa mendatang," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka), Retno Sri Hartati dalam sambutannya mengatakan, Museum Tanah dan Pertanian ini merupakan pusat informasi dan edukasi pertanian tematik.

"Alhamdulillah museum ini sekarang menjadi ikon perjalanan wisata dan edukasi tentang pertanian. Kami terus menggaungkan semangat teknologi untuk menjawab museum ini sebagai pusat informasi bidang pertanian," katanya.

Wali Kota Bogor Bima Arya yang hadir pada grand launching dan peresmian di Museum Tanah dan Pertanian, menyerahkan dokumen Gedung Museum Tanah dan Pertanian sebagai kawasan cagar budaya di Kota Bogor.*

Baca juga: Mentan jamin ketersediaan pangan jelang Ramadhan-Lebaran
Baca juga: Pemerintah berupaya mempercepat swasembada daging, kata Mentan
Baca juga: Bangun kemandirian petani, Mentan serahkan bantuan KUR Rp4,82 miliar


 

Pewarta : Riza Harahap
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar