Puluhan pasien DBD masih dirawat di RS swasta Kewapante

id RS Kewapnate, Pasien DBD|,maumere

Puluhan pasien DBD masih dirawat di RS swasta Kewapante

Dokter memeriksa perkembangan kesehatan seorang pasien terserang demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di bangsal anak RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,Rabu (11/3/2020). ANTARA/Kornelis Kaha.

Kupang (ANTARA) - Manajemen RS Santo Gabriell Kewanpate melaporkan bahwa hingga Kamis (12/3) siang pukul 11.00 WITA, jumlah pasien demam berdarah yang dirawat di rumah sakit tersebut mencapai 29 orang yang didominasi oleh anak-anak.

Direktur RS Swasta St. Gabriell Kewapante dr. Benyamin Boli Elanor di RS tersebut, Kamis  mengatakan bahwa dari 29 pasien itu jumlah pasien anak-anak yang dirawat mencapai 21 orang dan sisanya adalah orang dewasa.

"Saat ini ada dua pasien anak-anak yang masih di ruangan UGD, menunggu kunjungan dokter anak sebelum dipindahkan ke ruangan khusus pasien," katanya.

Baca juga: Bupati : Drainase yang buruk penyebab dbd di Sikka

Ia menambahkan bahwa kasus pasien DBD yang dirawat di RS tersebut dalam tiga bulan terakhir cenderung mengalami kenaikan, sebab pada Januari jumlah pasien mencapai 46 pasien, Februari 210 pasien dan per Kamis (12/3) Maret jumlah sudah mencapai 62 pasien sehingga total yang sudah dirawat di RS tersebut mencapai 318 pasien.

Pihaknya bersyukur karena selama proses perawatan pasien DBD, belum ada satupun korban yang meninggal dunia. Hal ini kata dia karena manajemen penanganan pasien DBD di rumah sakit itu adalah lebih mengutamakan pasien dibandingkan masalah administrasi.

"Jadi saat ada pasien kritis yang datang, kami langsung tangani. Masalah administrasi menjadi hal kedua, setelah penanganan pasien DBD," ujar dia.

Ia mengaku dari 318 pasien yang pernah dirawat itu sudah ada puluhan pasien yang dirujuk dari puskemas dalam keadaan shock sindrum, namun berkat pelayanan yang cepat, hingga saat ini beberapa pasien sudah dapat dipulangkan.

Baca juga: 37 orang meninggal akibat DBD di NTT

Terkait dengan petugas kesehatan, hingga saat ini pihaknya sudah merasa terbantu karena sudah ada bantuan petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan, seperti dokter spesialis anak dan dokter ahli penyakit dalam.

Sementara itu terkait dengan kapasitas tempat tidur, kata dia masih membutuhkan 15 unit lagi, walaupun sebelumnya sudah ada bantuan tempat tidur dari dinkes sehingga saat ini sudah ada 105.

"Saat ini sudah ada 105 tempat tidur khusus pasien, tetapi itu masih kurang karena Kamis masih butuh lagi 15 tempat tidur," tambah dia.

Untuk diketahui sampai dengan jumlah penderita demam berdarah (DBD) yang dirawat di tiga rumah sakit di kabupaten Sikka terus mengalami penurunan.

Sampai dengan Kamis (12/3) siang pukul 11.00 wita jumlahnya sudah mencapai 100 pasien dari sebelumnya mencapai 105 pasien pada Rabu (11/3).

Di rumah sakit umum daerah TC Hillers pasien yang dirawat mencapai 68 orang dengan rincian jumlah pasien anak-anak mencapai 58 orang dan sisanya adalah pasien dewasa.

Sementara itu di RS swasta Lela jumlah pasien DBD yang dirawat hanya mencapai tiga pasien dan semuanya adalah pasien anak-anak. Lalu RS Santo Gabriell Kewapante jumlah pasien yang dirawat mencapai 29 orang dengan rincian 21 anak-anak dan dewasa sebanyak delapan orang. ***3***

Baca juga: Kematian akibat DBD jadi 104 orang, sebut Kemenkes
Baca juga: RSUD TC Hillers terpaksa tampung pasien DBD di ruang perawatan bedah

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar