DKI siagakan 50 bus antar-jemput tenaga medis COVID-19

id COVID-19, Dishub DKI, tenaga medis, bus sekola,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Bus Sekolah menjemput tenaga medis COVID-19 di salah satu rumah sakit di Jakarta, Rabu (25/3/2020). (ANTARA/HO-Dishub DKI).

Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan 50 unit Bus Sekolah untuk antar-jemput tenaga medis COVID-19 dari rumah sakit menuju penginapan sementara di Jakarta Pusat mulai Jumat (26/3).

"Kita kerahkan 50 unit bus yang dioperasikan oleh 100 awak dan 15 pengendali lapangan untuk transportasi tenaga medis," kata Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI, Ali Murthadho di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan Hotel Grand Cempaka sebagai tempat tinggal sementara bagi tenaga medis yang merawat pasien terjangkit virus corona (COVID-19).

Hingga saat ini Dishub DKI baru merampungkan penyusunan operasi dan protokol keamanan awak bus. "Besok kami siap beroperasi mengantar dan menjemput tenaga medis di Hotel Grand Cempaka," katanya.

Baca juga: Anies Baswedan prioritaskan "rapid test" bagi tenaga medis
Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Jakarta Barat sebanyak 88 orang


Ali menyambut baik penetapan Hotel Grand Cempaka sebagai tempat singgah sementara tenaga medis sebab lokasinya yang strategis dekat dengan tempat mereka bekerja.

Sejak 50 unit Bus Sekolah difungsikan mulai Senin (22/3), kata Ali, petugas mengantar seluruh tenaga medis ke kediaman mereka di wilayah Bekasi, Bogor, Tangerang dan Depok.

Tenaga medis tersebut bekerja di Rumah Sakit Tarakan, RSUD Pasar Minggu, Duren Sawit dan Cengkareng sebagai rumah sakit rujukan COVID-19.

"Biasanya memang kami menjemput ke daerah-daerah tersebut," katanya.
Baca juga: Anies minta RT hingga PKK pantau lansia untuk antisipasi COVID-19
Baca juga: Angkutan umum di DKI dinilai berhasil terapkan jarak sosial

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar