BMX berpeluang ke Olimpiade, trek masih tunggu keputusan UCI

id Olimpiade Tokyo,balap sepeda,pb issi

Ilustrasi: Atlet balap sepeda BMX saat berlaga di Sirkuit Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu (26/10/19)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala tim nasional balap sepeda Dadang Haries Poernomo mengatakan Indonesia berpeluang untuk meloloskan pebalap BMX ke Olimpiade Tokyo, sedangkan pebalap nomor trek masih harus menunggu keputusan Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI).

"Peluang meloloskan pebalap BMX cukup besar karena masih banyak event-event babak kualifikasi Olimpiade yang tertunda akibat wabah virus corona. Tetapi, peluang pebalap nomor track masih menunggu keputusan UCI," kata Dadang melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dadang mengatakan, dengan penundaan Olimpiade Tokyo selama satu tahun, maka ada kemungkinan babak kualifikasi untuk cabang balap sepeda diperpanjang.

“Ya, kita memang harus menunggunya. Apakah UCI akan tetap menggunakan poin setelah babak kualifikasi terakhir pada Kejuaraan Dunia di Berlin Februari lalu atau kembali menggelar babak kualifikasi Olimpiade sehubungan mundurnya pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2021,” katanya.

“Apalagi, World Cup 2021 yang selama ini menjadi ajang pengumpulan poin sudah dijadwalkan akan digelar Oktober mendatang," ujarnya lagi.

Baca juga: Pelatnas balap sepeda butuh alat virtual training dan tempat gym
Baca juga: Balap sepeda maksimalkan latihan indoor di Malang


Saat ini, tim BMX Indonesia yang beranggotakan I Gusti Bagus Sahputra, Toni Syarifuddin, dan Rio Akbar menempati peringkat 19 dunia. Tim Merah Putih setidaknya harus berada di urutan 11 besar dunia agar bisa memastikan tiket tampil di Olimpiade yang bakal digelar 23 Juli 2021 nanti.

Tim BMX Indonesia semestinya mengikuti empat seri balapan yang digelar di Indonesia, yaitu Kejuaraan Asia BMX dan Kejuaraan BMX C-1 di Jakarta dan Kejuaraan BMX C-1 dan Hors Class di Banyuwangi. Namun kejuaraan tersebut harus tertunda akibat pandemi virus corona.

Tak hanya itu, mereka juga dijadwalkan tampil ada juga BMX World Cup di Amerika dan Argentina pada Mei 2020, BMX World Championship Juni 2020 dan BMX C-1 World Cup di Amerika Serikat.

Baca juga: PB ISSI tunda kejuaraan BMX internasional karena virus corona
Baca juga: Dilarang nge-mal, pebalap nasional alihkan kejenuhan dengan baca buku


"Tadinya kita berharap tim BMX Indonesia bisa lolos dari empat seri ini tetapi semuanya batal dilaksanakan. Begitu juga event yang di Amerika Serikat dan Argentina yang belum tentu terlaksana karena virus corona. Jadi, kita masih menunggu perkembangan dari UCI," tutur Dadang.

Di tengah pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh dunia, pelatnas balap sepeda untuk Olimpiade Tokyo masih terus berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Tempat latihan balap sepeda itu terbagi di dua daerah di Jawa Timur, yaitu Malang untuk nomor trek dan Banyuwangi untuk BMX.

Sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) telah mendapat jatah anggaran Rp6,2 miliar dari Kemenpora untuk pelatnas Olimpiade.


Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar