Penjualan listrik industri PLN Kalbar naik 15,43 persen

id Pln, pelanggan premium, pln kalbar

Penjualan listrik industri PLN Kalbar naik 15,43 persen

GM PLN Kalbar Agung Murdifi (kiri) melakukan kunjungan ke pelanggan industri. ANTARA/Dedi.

Pontianak (ANTARA) - General Manager PLN Kalbar, Agung Murdifi mengatakan pertumbuhan kWh yang dijual untuk industri di Kalbar hingga akhir triwulan I tahun 2020 terjadi peningkatan sebesar 15,43 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Program one day service dan layanan premium untuk industri memang didedikasikan untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha dan bisnis yang ada di Kalbar. Seluruh pelaku usaha tentunya dapat menikmati layanan ini untuk meningkatkan produktivitas usahanya," ujarnya di Pontianak, Rabu

Untuk itu pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu layanan kepada pelanggan.

"Memberikan layanan yang lebih mudah dan cepat, tanpa prosedur yang berbelit-belit. Harapannya, dengan layanan kelistrikan yang kami berikan seluruh kegiatan bisnis dan usaha di Kalbar dapat terus meningkat dari waktu ke waktu," kata Agung.

Terbaru, ada dua pelanggan industri PLN di Kalbar yang melakukan tambah daya untuk meningkatkan produksi dan efisiensi yakni PT Indofood dan PT. Saripati Semudun.

General Manager PLN Kalbar juga berkesempatan melakukan kunjungan ke lokasi pabrik PT. Saripati Semudun dan PT Indofood yang telah melakukan penambahan daya listrik dari I2/197 kVA menjadi LI3/1.385 kVA.

Selain menambah daya listrik kedua perusahaan tersebut juga beralih menjadi pelanggan premium untuk meningkatkan produksi pabrik.

Direktur PT. Saripati Semudun, Edy Gunawan mengatakan bahwa sebelum menggunakan listrik dari PLN pihaknya menggunakan genset dan banyak sekali kelemahannya.

“Menggunakan genset untuk kegiatan operasional di pabrik banyak sekali kelemahannya, salah satunya tidak bisa menjaga kestabilan tegangan listrik, akibatnya electromotor di alat produksi kami terbakar. Biaya perawatan mesin genset juga cukup tinggi, belum lagi biaya untuk pembelian solar dengan menggunakan harga industri,” ungkap Edy.

Diakuinya, sejak menggunakan listrik PLN, pihaknya bisa menghemat sekitar Rp40 jutaan per bulan. Dan layanan PLN pasti tersedia kapan dan dimana pun di saat pabrik melaksanakan proses produksi.

“Dengan menggunakan listrik PLN, kami bisa lebih fokus untuk urus bisnis. Biar PLN yang urus listriknya, Kami urus produksi tepungnya,” kata Edy.

Baca juga: PLN Kalbar luncurkan program motor ambulance untuk bidan pedalaman
Baca juga: PLN Kalbar gandeng mitra bantu listriki 81 rumah warga kurang mampu
Baca juga: Pengusaha di Kalbar manfaatkan layanan premium PLN

Pewarta : Dedi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar