Luapan Kali Krukut sebabkan genangan di Petogogan Jaksel

id genangan, banjir, jakarta selatan, petogogan, sudin sda jaksel, lurah

Luapan Kali Krukut sebabkan genangan di Petogogan Jaksel

Pengendara melintas di samping aliran Kali Krukut yang dipenuhi tumpukkan sampah di Depok, Jawa Barat, Jumat (11/10/2019). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Jakarta (ANTARA) - Dua rukun warga di Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terendam air setinggi 20 sentimeter (cm) yang diakibatkan meluapnya Kali Krukut setelah hujan mengguyur wilayah tersebut, Rabu.

Lurah Petogogan Muhammad Nur saat dikonfirmasi mengatakan Kali Krukut meluap saat hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.

"Kali Krukut kan selalu meluap kalau hujan," kata Muhammad.

Menurut Muhammad, kondisi Kali Krukut yang  menyempit ditambah pendangkalan membuat sungai gampang meluap saat turun hujan.

Kondisi tersebut, lanjut dia, kerap terjadi setiap tahun dan warga sudah terbiasa dengan genangan.

"Perlu ada normalisasi, dari tahun ke tahun memang begitu kejadiannya. kalau tidak dilebarkan Kali Krukut masih saja ada genangan," kata Muhammad.

Baca juga: Hujan jelang berbuka akibatkan genangan di lima titik wilayah Jaksel

Baca juga: Damkar Jaktim sedot genangan air di Cakung Timur

Baca juga: Hujan deras picu genangan 50 sentimeter di Pisangan Timur


Genangan setinggi 15 hingga 20 cm merendam pemukiman padat penduduk di RW 03 dan sebagian RW 02 Keluragan Petogogan. Banjir terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dari pukul sekitar 15.00 sampai dengan 16.55 WIB.

Sebanyak delapan orang petugas Pekerja Penanganan Sarana Prasarana Umum (PPSU) dan 10 pasukan biru dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi air dan membersihkan sampah-sampah yang ditimbulkan akibat genangan.

"Genangan berangsur surut mulai pukul 18.45 WIB sampai sekarang sudah normal kembali," kata Muhammad.

Muhammad juga mengatakan tidak ada warga yang diungsikan akibat genangan. Karena situasi sudah berangsur normal, tidak lagi turun hujan dan warga tetap bertahan di rumah masing-masing.

"Kalau enggak seleher warga tidak mengungsi, sudah biasa mereka," kata Muhammad.
 

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar