Pengguna KRL positif corona, Kemenhub nyatakan tidak hanya di KRL

id KCI,KRL,COVID-19,PSBB,Kemenhub

Pengguna KRL positif corona, Kemenhub nyatakan tidak hanya di KRL

Petugas medis mengambil sampel penumpang KRL Commuter Line saat "swab test" COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/pras.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan penularan virus corona atau COVID-19 bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di Kereta Rel Listrik (KRL), menyusul adanya tiga pengguna moda tersebut yang positif terinfeksi COVID-19.

“Perlu dipahami bahwa penularan COVID-19 bisa terjadi dimana saja, tidak hanya di di KRL,” kata Juru Bica Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Adita menjelaskan pihaknya terus memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di berbagai moda transportasi, termasuk di KRL.

Terkait hal itu, Kemenhub telah mengeluarkan Permenub 18/2020 yang telah mengatur operasional moda transportasi di masa pandemi, khususnya pula di daerah yang telah menjalankan PSBB.

Aturan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Peraturan Menteri Kesehatan no 9 /2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar.

“Seluruh upaya tersebut dilakukan agar tidak terjadi penularan dari orang-orang yang mungkin carrier COVID-19 tanpa gejala,” katanya.

Adita menjelaskan Permenhub Nomor 18/2020 secara tegas telah menyatakan bahwa pertama, penumpang wajib menggunakan masker.

Kedua, petugas mengecek suhu tubuh penumpang. Pada 10 stasiun juga telah dipasang thermal scanner yang mampu mendeteksi suhu tubuh ratusan pengguna dalam waktu bersamaan.

Ketiga, telah disediakan wastafel tambahan yang dipasang pada lokasi-lokasi yang sering dilalui pengguna KRL agar dapat digunakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum maupun sesudah naik KRL di 40 stasiun.

Selain di stasiun, di dalam gerbong KRL pun disediakan hand sanitizer. Semua ketentuan ini telah dilaksanakan dengan baik oleh PT KCI sebagai operator KRL.

Adapun untuk kepadatan penumpang juga telah dikendalikan, dengan seoptimal mungkin menerapkan jaga jarak antarpenumpang.

“Caranya, seluruh kereta telah dilengkapi dengan marka pada bangku dan tempat duduk untuk mengaur posisi pengguna. Pentingnya mengatur posisi ini juga senantiasa diingatkan kepada pengguna melalui pengumuman di stasiun di dalam kereta, hingga melalui petugas pengawalan kereta yang berpatroli. Berbagai papan informasi berkaitan dengan pentingnya jaga jarak juga telah dilakukan,” ujarnya.

Dia menambahkan protokol kesehatan itu juga dijalankan untuk menjaga para penumpang yang masih harus bekerja atau beraktivitas, dan sangat mengandalkan KRL sebagai moda tranportasi mereka.

Mereka antara lain petugas medis, office boy, penjaga pom bensin dll. Sesuai aturan, KRL tetap boleh beroperasi namun dengan pembatasan penumpang yang ketat.

“KRL tidak dihentikan operasinya, karena memperhatikan penumpang-penumpang yang sangat membutuhkanya, seperti dijelaskan tersebut,” kata Adita.

Selain itu, KCI bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi juga telah melakukan simulasi penanganan darurat (emergency) jika terjadi kondisi buruk pada penumpang baik di dalam stasiun maupun di atas kereta untuk menjamin kesigapan petugas sesuai dengan protokol pencegahan covid-19.

PT KCI juga telah melakukan sosialisasi edukasi pengawasan dengan melibatkan TNI, Polri, dan Brimob. Semua upaya tersebut dilakukan agar seluruh penumpang disiplin dan mau mengikuti aturan.

Sementara, menurut Adita, hasil evaluasi selama lebih dari dua minggu sejak ditetapkan PSBB di DKI Jakarta, rata-rata jumlah penumpang harian KRL cenderung menurun.

Demikian pula pada jam sibuk pagi hingga pukul 08:00 jumlah penumpang pada semua lintas pelayanan mengalami penurunan dari 77.575 menjadi sekitar 55.000 dengan total kapasitas angkut yg dibatasi maksimum 35 persen (60 penumpang/kereta utk menjaga physical distancing di atas kereta) sebesar 61.248.

Pembatasan kapasitas tersebut mengakibatkan antrean pada beberapa stasiun yang relatif sempit namun berjalan dengan tertib jaga jarak dan dibantu oleh aparat keamanan.

Baca juga: Pemprov Jabar laporkan hasil tes swab penumpang KRL ke Kemenhub

Baca juga: Aturan larangan mudik dirombak, Kemenhub siapkan turunan permenhub

Baca juga: Mudik tetap dilarang, Kemenhub keluarkan turunan Permenhub 25/2020

 


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar