Bupati Gresik wajibkan perusahaan di wilayahnya lakukan rapid test

id Kabupaten Gresik, Rapid Test Gresik, Bupati Gresik lakukan rapid test,perusahaan di gresik

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto (kiri) saat meninjau salah satu cek point di wilayah setempat, Selasa (28/4/2020). ANTARA /HO-Pemkab Gresik/am.

Gresik, Jatim (ANTARA) - Bupati Gresik, Jawa Timur, Sambari Halim Radianto mewajibkan perusahaan di wilayahnya melakukan rapid test atau tes cepat seluruh karyawannya guna menekan penyebaran COVID-19 di wilayah itu, sekaligus tidak ingin kecolongan seperti yang terjadi di Pabrik Sampoerna Surabaya.

"Bagi kami, jangankan perusahaan. Pasar pun kalau sudah terkonfirmasi positif, pasti kami tutup. Kami imbau agar semuanya berhati-hati. Hal ini jangan sampai terjadi di Gresik. Untuk itu, semuanya bisa melihat dirinya sendiri. Kami tidak ingin ada perusahaan yang tutup karena COVID-19," kata Sambari usai pertemuan dengan Forkompinda, Jumat.

Baca juga: Persiapan PSBB, Kabupaten Gresik terima bantuan Rp22 miliar

Baca juga: Dinkes: Dua pasien COVID-19 di Gresik-Jatim meninggal dunia

Sambari mengaku ada puluhan perusahaan berskala besar yang yang karyawannya ratusan, bahkan sampai ribuan orang di Kabupaten Gresik, dan tidak ingin kecolongan adanya karyawan yang terkonfirmasi positif.

"Jangan sampai hanya karena satu orang yang terkonfirmasi positif sampai menular kepada beberapa karyawan yang lain, akhirnya perusahaan tersebut kami paksa tutup," tuturnya.

Sambari mengaku tidak lelah untuk terus mengingatkan dan melakukan sosialisasi terus menerus, mulai dari sosialisasi massal yang dihadiri dua ribu orang dan menghadirkan ketua Ikatan Dokter Spesialis Paru dan Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur.

"Kalau dilihat dari perkembangan, jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 di Gresik tidak separah kabupaten/kota tetangga," katanya.

Baca juga: Pasar Gresik PPI di Surabaya ditutup dampak COVID-19

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim mengatakan penyebaran COVID-19 di Gresik hanya satu yang berasal dari Gresik murni, yaitu korban yang dari Sidayu, sedangkan lainnya terbagi dari klaster Surabaya 25 orang, klaster Jakarta 4 orang, klaster Haji 2 orang dan klaster pelayaran 4 orang.

"Oleh karena itu, kami ingin agar kejadian seperti perusahaan rokok itu tidak terjadi di Gresik. Juga kejadian rapid test di pasar seperti di Kabupaten tetangga juga tidak terjadi di Pasar Gresik," katanya.

Sementara itu, hasil dari laporan yang diterima Pemkab Gresik, beberapa perusahaan telah melaporkan pelaksanaan rapid test mandiri, seperti Petrokimia Gresik yang sudah melakukan rapid test pada 91 persen karyawannya.

PT Wilmar menyatakan sudah melaksanakan rapid test pada 30 persen karyawan. Sedangkan PT KAS, Garuda Food, dan PT Smelting siap melaksanakan rapid test dan akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Gresik.

Baca juga: Data pasien positif per desa mulai dikeluarkan Pemkab Gresik-Jatim


Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar