Sepekan, Didi Kempot meninggal, asteroid hingga isu kiamat

id Virus Corona,COVID-19,Pandemi COVID-19,Penanganan COVID-19,RSUD Depok,Didi Kempot Meninggal,DIdi Kempot,Campur Sari,Asteroid,Asteroid Menabrak Bumi,Du

Songster Didi Kempot performing a number of his hit songs in the 2019 Synchronize Fest in Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Friday (4/10/2019). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita bidang humaniora selama sepekan menjadi perhatian banyak pembaca, mulai dari penyanyi campursari Didi Kempot yang meninggal, asteroid yang mendekati bumi, hingga isu kiamat serta masalah COVID-19.

1. RSUD Depok ditetapkan menjadi rumah sakit khusus COVID-19

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok, Jawa Barat, menjadi rumah sakit penyelenggara pelayanan khusus pasien terinfeksi virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

"Pelayanan kesehatan masyarakat yang semula di RSUD Depok dialihkan ke rumah sakit lainnya karena RSUD Depok sudah ditetapkan menjadi rumah sakit khusus COVID-19," katanya di Depok, Rabu (6/5).

2. Penyanyi Didi Kempot meninggal tak lama setelah masuk rumah sakit

Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia pada usia 53 tahun pada Selasa (5/5) pukul 07.45 WIB, tak lama setelah masuk ke Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah.

"Beliau masuk rumah sakit pagi ini pada pukul 07.25 WIB dalam kondisi tidak sadar dan meninggal pada pukul 07.45 WIB," kata Asisten Manajer Humas Rumah Sakit Kasih Ibu Divan Fernandez di Solo.

3. Asteroid mendekat bukan berarti akan menabrak Bumi

Peneliti sains antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Abdul Rachman menjelaskan bahwa asteroid bergerak mendekati Bumi karena mereka bergerak sesuai orbitnya dan tidak berarti akan menabrak Bumi.

"Sekali lagi, kita tidak perlu terlalu khawatir, apalagi dikaitkan dengan tanggal 15 Ramadhan, dari segi dalil agama tidak ada dan dari segi sains tidak ada yang mendekat. Tapi, kembalikan semuanya kepada Allah, karena kita bisa mati kapan saja," kata Abdul Rachman saat menyampaikan kajian mengenai meteor jatuh dan bencana di Bumi lewat siaran langsung dari Bern, Swiss, Minggu (3/5) malam.

4. MUI sebut waktu pasti kiamat hanya Allah yang tahu

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan fenomena dukhan (bahasa Arab: kabut/asap tebal) sebagai petanda hari akhir yang disebut-sebut pada 15 Ramadhan Hijriah, Jumat (8/5), sejatinya tidak dapat dibenarkan karena waktu pasti kiamat hanya Allah SWT yang tahu.

"Menurut saya, yang tahu kapan kiamat itu akan tiba hanya Tuhan saja yang tahu. Nabi Muhammad SAW pun yang dicintai dan disayangi oleh Allah SWT tidak dikasih tahu oleh-Nya," kata Buya Anwar saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (6/5).

5. PSBB Sumatera Barat berpotensi diperpanjang

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama di Sumatera Barat yang dimulai sejak 22 April lalu belum berjalan optimal.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebut berdasarkan hasil evaluasi, kemungkinan penerapan PSBB di Sumbar akan diperpanjang selama 14 hari kedepan. 

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar