MER-C sarankan fasilitas umum tingkatkan "screening"

id MER-C, COVID-19,Psbb

MER-C sarankan fasilitas umum tingkatkan "screening"

Pendiri, presidium, sekaligus relawan medis MER-C dr. Yogi Prabowo, SpOT (ANTARA/HO-Humas Mer-C)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga medis dan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) menyarankan sejumlah fasilitas umum untuk meningkatkan screening atau pemeriksaan kesehatan terhadap pengunjung di tengah kemungkinan pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tetap lakukan screening kesehatan di perkantoran, sekolah, aktifkan dokter sekolah, klinik perusahaan, klinik-klinik rumah peribadatan dan lain-lain," kata pendiri, presidium sekaligus relawan medis MER-C dr. Yogi Prabowo, SpOT melalui keterangan pers MER-C yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Rekomendasi tersebut disampaikan untuk menjawab kemungkinan pengenduran kebijakan PSBB di sejumlah daerah, terutama di DKI Jakarta setelah hampir sebulan diberlakukan.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga sebelumnya mengimbau masyarakat untuk mulai berdamai atau hidup berdampingan dengan wabah COVID-19 yang penularannya masih terus berlangsung di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, guna mencegah penularan lebih luas di tengah mulai banyaknya pergerakan masyarakat, sejumlah fasilitas umum seperti perkantoran, restoran, sekolah, klinik perusahaan, tempat peribadatan dan fasilitas umum lainnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan suhu dan upaya pencegahan lainnya.

Fasilitas-fasilitas tersebut juga disarankan untuk menyediakan sarana untuk mencuci tangan dengan sabun atau dengan handsanitizer guna mencegah penularan melalui tangan.

Kemudian, bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, MER-C sangat menyarankan mereka untuk menggunakan masker untuk mencegah paparan yang ditularkan melalui droplet penderita COVID-19.

Sementara itu, MER-C juga menyarankan pemerintah untuk terus melakukan survey epidemiologi dilengkapi pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR).

Selain itu, penyuluhan kesehatan dan pola hidup sehat melalui media televisi, radio dan lainnya juga disarankan untuk terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran tentang perlunya masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk mencegah penularan.

"Untuk daerah di mana kasus COVID-19 baru mulai bermunculan, perlu diterapkan PSBB, physical distancing dan penggunaan masker," kata salah satu pendiri MER-C tersebut.

Baca juga: Sejumlah daerah non-PSBB mampu tahan laju COVID-19
Baca juga: Sejumlah gubernur laporkan upaya penanggulangan COVID-19 ke Presiden


Pewarta : Katriana
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar